Paket Liburan Paling Greget, Berani Pergi ke Chernobyl hingga Korea Utara?

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 02 September 2019 16:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 02 406 2099575 paket-liburan-paling-greget-berani-pergi-ke-chernobyl-hingga-korea-utara-AkleXsrV9u.jpg Paket liburan ekstrem (Foto: Dailystar)

PAKET liburan yang biasa-biasa saja sepertinya tidak termasuk dalam daftar travel agen asal Inggris, Lupine Travel. Perusahaan yang berdiri sejak 2008 ini memilih hadir sebagai spesialis jasa destinasi liburan ekstrem di berbagai penjuru dunia.

Mengusung paket liburan ekstrem, destinasi yang ditawarkan Lupine Travel kepada para wisatawan adalah negara-negara berisiko, seperti Iran, Lebanon, Korea Utara hingga Chernobyl, lokasi terjadinya kecelakaan nuklir terburuk dalam sejarah pada tahun 1986, yang sekarang statusnya sudah deserted, alias terlantar karena ditinggalkan.

 Paket liburan ekstrem

Tidak hanya destinasi di atas, para wisatawan yang terbagi dalam tur grup juga bisa mengunjungi Somalia, di mana ada perang saudara yang sedang berlangsung hingga bisa juga ke destinasi beresiko tinggi lainnya seperti Afghanistan.

Untuk destinasi beresiko tinggi ini, sebagai agen travel Lupine disebutkan menyediakan pengawalan polisi untuk memastikan keamanan para wisatawan. Bahkan tahun depan, kabarnya Lupine Travel ini akan jadi agen travel pertama memberi paket liburan dan akan membawa kelompok turis untuk ke Rockhall di Skotlandia.

Masih kurang ekstrem? Sebagaimana diwarta Dailystar, Senin (2/9/2019) Lupine disebutkan juga akan membawa turis ke Syria, basecamp lokasi kekhalifahan ISIS, sembari melewati bekas kota yang dilanda perang seperti Damaskus dan Allepo, serta mengunjungi situs bersejarah lainnya.

Menawarkan paket liburan ekstrem ke destinasi beresiko tinggi, salah satu petinggi Lupine, James Finnerty mengatakan bahwa sedari awal mereka akan menginformasikan kepada calon wisatawan perihal tempat ekstrem yang akan dikunjungi.

 Paket liburan di Korut

“Kami tidak berkata kepada klien kami bahwa negara tujuan itu adalah negara yang aman. Kami membawa wisatawan ke tempat-tempat yang sulit mendapatkan visa. Kami akan memberikan segala informasi kepada klien, untuk bisa membantu mereka memutuskan apakah mereka merasa nyaman untuk pergi. Misalnya di Korea Utara, jika orang Amerika dan Inggris melakukan tindak kriminal yang sama, orang Inggris hukumannya bisa dideportasi sementara orang Amerika bisa dikurung penjara,” ungkap James.

Meskipun beberapa tujuan terkenal sebagai daerah konflik, dikatakan sebetulnya paket liburan ekstrem ini terdiri dari perjalanan tur ke situs bersejarah dan kunjungan ke kota dan desa, di mana wisatawan dapat bergaul dan berinteraksi dengan penduduk dan mencari tahu bagaimana mereka membangun kembali masyarakat setelah konflik. Lupine juga menegaskan bahwa semua wisata aman dan wisatawan dibawa ke daerah-daerah di mana keselamatan wisatawan tidak berisiko.

 Kecelakaan Chernobyl

Terdengar menyeramkan, namun pada nyatanya liburan ekstrem ini disebutkan James tidak sepi peminat. Sebab, alih-alih ingin memacu adrealin dan mengambil resiko tinggi. Para wisatawan yang tertarik, tipikalnya adalah lebih memilih ikut tur ekstrem ini karena memang mengalami kesulitan untuk mengatur perjalanan ke negara tersebut.

“Banyak dari klien kami yang sudah pergi mengunjungi lebih dari 150 negara. Kebanyakan orang merasa penasaran dengan trip ini. Contohnya saat ke tempat seperti Chernobyl, ada beberapa motivasi di dalamnya. Kita jadi membaca sejarah tentang apa yang terjadi, bisa melihat bagaimana sebuah kota terlantar yang ditinggalkan oleh manusia. Sangat menyentuh,” pungkasnya.

1
3
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini