nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alasan Anda Lebih Sering Digigit Nyamuk Dibanding Orang Lain

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 02 September 2019 16:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 02 481 2099652 alasan-anda-lebih-sering-digigit-nyamuk-dibanding-orang-lain-sGM2OLuhcX.jpg Ilustrasi (Foto: Medicalnewstoday)

Digigit nyamuk adalah hal biasa namun menyebalkan yang biasa terjadi pada kehidupan sehari-hari. Tapi bagi sebagian orang, digigit nyamuk ini bukan jadi perkara biasa. Sebab untuk sebagian orang, intensitas digigit nyamuk jauh lebih sering dibandingkan orang lain.

Nah, jika Anda termasuk dalam kategori ini. Anda pasti bertanya-tanya, kenapa nyamuk lebih tertarik pada diri Anda ketimbang orang lain sehingga akhirnya Anda lebih sering digigit nyamuk daripada orang-orang di sekitar?

 Nyamuk

Well, jawabannya yang pertama adalah karena nyamuk adalah serangga yang selektif. Dalam studi yang digelar oleh Journal of Medical Entomology, disebutkan bahwa nyamuk lebih suka menggigit orang-orang pemilik golongan darah tipe O dua kali lebih sering ketimbang orang dengan golongan darah tipe A.

Profesor entomologi di Universitas Florida, Jonathan F. Day mengatakan pada dasarnya masih lebih banyak penelitian perlu dilakukan pada preferensi nyamuk potensial untuk golongan darah tertentu.

Namun ia setuju bahwa nyamuk menangkap beberapa isyarat yang diberikan yang membuat nyamuk mungkin lebih suka untuk menggigit pada orang-orang tertentu. Termasuk alasan Anda lebih sering digigit nyamuk daripada yang lain.

“Isyarat-isyarat ini memberi tahu nyamuk bahwa mereka akan pergi ke sumber darah. Mungkin CO2 adalah yang paling penting. Jumlah CO2 yang Anda hasilkan, seperti orang dengan tingkat metabolisme tinggi, faktor genetik, dan faktor-faktor lain dapat meningkatkan jumlah karbon dioksida yang kita hasilkan. Semakin banyak Anda memberikan, semakin menarik diri Anda untuk nyamuk,” jelas Jonathan dikutip dari Huffpost, Senin (2/9/2019).

Faktor kedua adalah soal warna busana, mengingat nyamuk adalah tipe hewan yang punya penglihatan mumpuni. Tetapi nyamuk memilih terbang dekat ke tanah agar terhindar dari angin.

Nyamuk dapat membedakan mangsanya dengan pandangan cakrawala, jadi warna busana yang kita pakai memang bisa jadi salah satu faktor pemicu.

“Jika mengenakan pakaian warna gelap memang lebih menarik perhatian nyamuk karena diri kita menonjol dari cakrawala. Berbeda dengan orang yang mengenakan baju warna-warna terang,’ tambahnya.

Faktor terakhir ialah suhu temperatur tubuh, yang berkaitan dengan perbedaan genetik dan perbedaan fisik. Disebutkan lebih lanjut, orang-orang yang memiliki suhu temperatur tubuh lebih tinggi, entah karena banyak berolahraga, atau aktif bergerak, bahkan atau karena mengonsumsi minuman beralkohol, akan punya peluang lebih besar untuk digigit oleh nyamuk karena dilihat nyamuk sebagai ‘mangsa’ yang lebih menarik.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini