Pemahaman Pertolongan Pertama Korban Kecelakaan Itu Penting, Nyawa Bisa Jadi Taruhan

Dewi Kania, Jurnalis · Senin 02 September 2019 23:10 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 02 481 2099837 pemahaman-pertolongan-pertama-korban-kecelakaan-itu-penting-nyawa-bisa-jadi-taruhan-t7yyhNNVxF.jpg Pentingnya pemahaman pertolongan pertama pada kecelakaan (Foto: Gettyimages)

SESEORANG dapat saja mengalami kondisi gawat darurat yang butuh pertolongan. Misalnya pada korban kecelakaan. Tapi dalam menolong korban, terlebih saat memberi pertolongan pertama bukanlah hal yang mudah dilakukan.

Dibutuhkan pemahaman atau ilmu khusus pertolongan pertama agar tidak merugikan pasien. Alih-alih Anda bisa salah mengambil tindakan, yang malah mencelakai pasien.

Ilustrasi kecelakaan

Misalnya saja pada korban kecelakaan lalu lintas, yang tadinya berniat menolong dengan segera mengantarkan ke fasilitas kesehatan, tapi teknisnya salah. Anda malah mengangkut korban dengan cara sembarangan yang tentu membahayakan pasien.

Ketua Umum IndoHCF Dr dr Supriyantoro, SpP, MARS, mengatakan, dalam kegawatdaruratan, lambatnya pertolongan pertama kepada pasien jadi kendala yang paling sering terjadi. Padahal keadaan tersebut membutuhkan penanganan yang tepat dan akurat, agar tidak berakibat pada kecacatan permanen atau kematian.

"Bayangkan jika dalam kondisi tersebut orang itu tidak ditangani secara cepat dan tepat. Yang seharusnya bisa selamat, justru malah memperparah kondisi korban atau bahkan meninggal dunia," ucap dr Supriyantoro.

Ilustrasi pertolongan pertama

Menurutnya, untuk mencegah kasus itu masyarakat harus dilatih menjadi relawan. Hal ini sangat penting agar tidak terjadi kesalahan dalam menangani pasien gawat darurat.

Bukan itu saja, sambung dr Supriyantoro, keterlambatan dalam memberikan pertolongan pertama, ternyata juga terjadi di faskes. Tenaga kesehatan ternyata kurang cekatan atau alat kesehatan yang tidak memadai.

Fatalnya lagi, ketersediaan ambulance untuk menolong pasien darurat kurang memadai. Untuk saat ini, banyak ambulance yang fungsinya sekedar until transportasi saja.

Ilustrasi petolongan pertama

Mestinya, menurut dr Supriyantoro, ambulance harus dilengkapi dengan alat kesehatan yang lengkap. Sehingga kondisi pasien langsung stabil saat menuju ke faskes.

"Case by case, di era JKN-KIS ini sering terjadi keterlambatan dalam menolong pasien. Di sejumlah daerah, perbandingan yang kurang itu ICU atau ruang gawat darurat. Rujukan antar rumah sakit juga kurang. Seringnya tidak seimbang sama kebutuhan pasien. Makanya kita buat pelatihan untuk memperbaiki semuanya yang melibatkan masyarakat," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini