nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Heboh KKN di Desa Penari, Ini Tarian Seblang Banyuwangi yang Mistis

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 02 September 2019 19:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 02 612 2099729 heboh-kkn-di-desa-penari-ini-tarian-seblang-banyuwangi-yang-mistis-htuiP3itR6.jpg Tari Seblang khas Banyuwangi (Foto: Banyuwangi Ethnic/Youtube)

Belum lama ini masyarakat Indonesia dihebohkan dengan sebuah tread horor di Twitter yang berjudul ‘KKN di Desa Penari’. Alhasil cerita ini pun dengan cepat merebak dan menjadi perbincangan para masyarakat se-Indonesia.

Banyak yang penasaran dengan lokasi KKN di Desa Penari tersebut, karena orang yang menceritakan kisah tersebut sama sekali tidak menyebutkan nama daerah tempat ia KKN.

Namun, berdasarkan beberapa clue yang diperoleh seperti terletak di paling timur Pulau Jawa dan iringan gending gamelan Jawa, maka banyak yang menganggap salah satu tempat yang paling tepat menggambarkan fenomena ini adalah Banyuwangi. Ada sebuah tarian khas Banyuwangi yang berbau mistis seperti Tari Seblang, mungkinkan tarian ini yang dimaksud?

 Penari

(Foto: Banyuwangi Ethnic/Youtube)

Melansir dari situs resmi pariwisata Jawa Timur, Senin (2/9/2019), Tari Seblang adalah sebuah ritual tradisional khas suku Osing. Ritual ini lebih menyerupai gerak tari-tarian yang berfungsi untuk mengucap syukur dan tolak bala agar desa tetap aman dan tentram.

Namun, bagi Anda yang ingin melihat Tari Seblang tidak bisa sekadar berkunjung ke Banyuwangi. Pasalnya, ritual ini hanya bisa dijumpai di dua desa yang berada di Banyuwangi. Desa tersebut adalah desa Bakungan dan Olihsari yang masik dalam kecamatan Glagah.

Ritual ini pun tidak dilaksanakan secara terus-menerus. Terdapat perbedaan antara kedua desa ini dalam melakukan ritual Seblang. Masyarakat Olihsari biasanya melakukan ritual tradisional ini satu minggu setelah Idul Fitri. Sementara masyarakat Bakungan kerap melakukan ritual ini seminggu setelah Idul Adha.

Karena sangat berbau mistis, maka penari yang akan melakukan ritual Seblang ini juga tidak bisa sembarangan. Sang penari harus berasal dari keturunan penari sebelumnya yang dipilih langsung oleh dukun setempat.

 Penari

(Foto: Banyuwangi Ethnic/Youtube)

Uniknya, terdapat perbedaan yang sangat mencolok di antara kedua desa ini saat memilih penari yang akan melakukan ritual Seblang.

Masyarakat Olihsari akan memilih penari yang masih muda yakni belum mengalami masa akil balik. Sementara di desa Bakungan, penari haruslah seorang wanita yang berusia 50 tahun ke atas atau telah mengalami menopause.

Menurut kepercayaan, tari ini melambangkan kesakralan, ritual pertemuan dua dunia, sekaligus sebagai rasa syukur atas karunia yang diberikan oleh sang Pencipta serta menjadi permohonan untuk tolak bala.

Ritual ini kental akan mistisnya karena dihiasi dengan sebuah meja kecil di mana terdapat boneka nini towok dan bunga-bunga, hiasan janur, tebu dan padi yang diletakkan di atasnya.

Nantinya benda-benda ini akan dijual kepada para penonton. Setiap benda pun memiliki makna tersendiri. Hiasan janur padi dan tebu melambangkan kesuburan, boneka nini towok juga melambangkan kesuburan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini