Viral Azwar Nekat Terobos Kamar Pengantin Mantannya, Ini Kata Psikolog

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 03 September 2019 20:39 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 03 196 2100295 viral-azwar-nekat-terobos-kamar-pengantin-mantannya-ini-kata-psikolog-DaPRf0HD2g.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Beberapa hari ini media sosial khususnya Facebook tengah diramaikan oleh sebuah video yang memperlihatkan seorang pria nekat masuk ke kamar pengantin mantan kekasihnya. Dalam video itu terlihat pria yang bernama Azwar menangis lantaran sang pujaan hati akan menikah dengan orang lain pilihan orangtuanya. Padahal mereka sudah menjalin cinta selama 6 tahun.

Kisah Azwar yang nekat menerobos kamar pengantin mantan kekasihnya mungkin bukan yang pertama. Banyak juga kisah serupa dimana seseorang nekat melakukan tindakan tertentu saat melihat orang yang dicintainya menikah dengan orang lain. Lantas, apakah yang mendasari hal tersebut?

 

Menurut psikolog klinis Tara de Thouars, emosi ekstrem biasanya akan mendorong seseorang melalukan tindakan yang ekstrem pula. Dalam kisah Azwar, perasaan takut seperti takut kehilangan dan takut kesendirian, bisa membuatnya sulit untuk berpisah dengan orang yang dicintai.

Akibatnya, ia menjadi posesif dan terobsesi dengan orang lain. Di sisi lain, tindakan nekat yang dilakukan Azwar bisa jadi bukan karena cinta.

"Tindakan nekat biasanya bukan karena cinta, sebab cinta itu seharusnya melepaskan dan merelakan untuk kebahagiaan orang yang dicintai. Tindakan nekat biasanya lebih ke obsesi dan posesif yang tujuannya untuk diri sendiri, bukan untuk orang lain seperti pasangan," ungkap Tara saat dihubungi Okezone melalui pesan singkat, Selasa (3/8/2019).

Tindakan Azwar itu juga bisa terjadi karena ia memutuskan sesuatu secara impulsif. Tindakan ini muncul karena dorongan emosi lebih kuat daripada logika sehingga tidak dipikirkan terlebih dahulu dengan matang. Untuk mencegah tindakan impulsif, ada beberapa cara yang bisa dilakukan.

"Satu hal yang terpenting adalah apapun emosi negatif yang dirasakan, entah itu takut, sedih, atau marah, perlu untuk diproses terlebih dahulu. Lalu sadari dan terima perasaan itu. Setelahnya ambil jeda waktu untuk bisa meredakan emosi dengan mencoba rileks atau tenang dan berbicara dengan orang lain," jelas Tara.

Apabila perasaan emosi sudah jauh lebih tenang, langkah selanjutnya mempertimbangkan tindakan yang terbaik untuk diri sendiri.

"Jika dirasa punya masalah untuk mengendalikan emosi, maka perlu melakukan konsultasi dengan psikolog atau psikiater. Bisa juga melatih diri dengan ikut aktifitas yang menenangkan seperti yoga atau meditasi," pungkas Tara.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini