nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alasan Makanan Indonesia Masih Kalah Pamor Dibanding Makanan Asia Lainnya

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 03 September 2019 19:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 03 298 2100232 alasan-makanan-indonesia-masih-kalah-pamor-dibanding-makanan-asia-lainnya-GSHYrnfwL3.jpg Ilustrasi makanan Indonesia (Foto: Tiara Putri/Okezone)

Dua makanan Indonesia, rendang dan nasi goreng pernah disebut sebagai makanan terenak nomor satu di dunia versi situs berita CNN. Namun terlepas dari itu, apakah berarti makanan khas Indonesia sudah begitu melejit ketenarannya di mata dunia internasional?

Apakah masyarakat dunia menjadi sudah begitu familier dengan sajian khas menu-menu masakan Indonesia? Well, bisa dikatakan jikalau dibandingkan dengan makanan Asia lainnya, makanan khas Indonesia masih kalah pamor jika dibandingkan dengan makanan Asia lainnya.

 Makanan Indonesia

Seperti pandangan dari salah satu chef senior ternama di Indonesia, Chef Degan Septoadji. Kemudian, alasan apa yang mendasari pendapat salah satu mantan juri MasterChef Indonesia tersebut?

Disebutkan oleh Chef Degan, alasan pertama ialah bukan hanya karena kurang gencarnya soal promosi. Namun juga soal penyebaran komunitas di berbagai penjuru dunia.

 Koki

“Kalau menurut saya mungkin promosinya masih kurang. Di luar negeri banyak restoran Thailand, Vietnam, restoran Indonesia masih sedikit. Selain itu juga kalau dibandingkan dengan makanan Asia lainnya, contoh makanan Vietnam, Chinese atau Japanese di negara-negara tertentu ini sudah ada komunitas besarnya," jelas Chef Degan kala ditemui Okezone, belum lama ini di bilangan Jakarta Selatan.

Ia melanjutkan, misalnya komunitas Vietnam di Australia sangat besar. Begitu pula dengan China yang justru ada banyak di seluruh dunia.

"Vietnam sekarang banyak komunitasnya di mana mereka juga bisa mengimpor barang-barang mereka,” lanjut Chef Degan.

Dengan komunitas yang besar, tersebar di berbagai negara di dunia, secara otomatis memengaruhi faktor lainnya. Yakni membuat distribusi logistik produk-produk alias bahan-bahan asli dari negara tersebut lebih baik.

“Jadi misalnya saya ke Melbourne atau Sydney mau masak masakan Vietnam, bahan-bahan aslinya ada di sana kita bisa beli. Nah, kalau Indonesia belum ada. Saya pun kalau bikin masakan khas Indonesia di luar negeri beli bahan-bahan di toko Asia paling dari Thailand, Vietnam," ungkap Chef Degan.

Ia mencontogkan, beli terasi Thailand, santan dan kecapnya dari Indonesia. Menurutnya, distribusi bahan makanan seperti rempah-rempah itu penting.

"Kita harus memperbanyak tempat-tempat di mana kita bisa dapat bahan asli,” pungkas pria kelahiran 1 September 1967 ini.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini