nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anemia Harus Diatasi Sebelum Terlanjur Hamil, Ini Alasannya

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 03 September 2019 18:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 03 481 2100209 anemia-harus-diatasi-sebelum-terlanjur-hamil-ini-alasannya-EnDFYk1HjU.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Ibu hamil memerlukan perhatian yang lebih tinggi dibanding sebelum hamil. Anemia adalah salah satu masalah yang sering dirasakan ibu hamil.

Berdasarkan data Riskesdas 2018, angka anemia pada ibu hamil di Indonesia mencapai angka 48,9 persen. Sementara prevalensi gizi kurang di Indonesia mencapai angka 17,7persen.

 Perempuan memegang perut

Seperti diungkapkan Prof. Dr. Hardinsyah, MS, selaku Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia, masalah anemia gizi bisa terjadi pada semua siklus hidup manusia dalam suatu keluarga, termasuk di dalamnya ibu hamil.

Maka dari itu, penting untuk adanya penambahan zat besi dan vitamin-vitamin lainnya yang bisa didapat dari susu.

“Masalah anemia biasanya banyak ditemukan pada anak usia sekolah, remaja, ibu hamil dan lansia. Penambahan zat besi, zink, vitamin A, C, 812 dan asam folat pada susu yang mengandung protein dan zat gizi lainnya dimaksudkan untuk mencegah masalah gizi," jelas Prof. Dr. Ir. Hardinsyah saat ditemui Okezone, Selasa (3/9/2019) dalam acara “Frisian Flag Kompleta untuk Indonesia Siap”.

Penambahan kalsium, zink, magnesium, zat besi, vitamin A, C dan D pada susu yang mengandung protein kolagen dan zat gizi lainnya dimaksudkan turut mencegah defisiensi masalah gizi tersebut. Konsumsi tersebut selama kehamilan dapat mencegah permasalahan gizi pada generasi selanjutnya.

Disebutkan lebih lanjut, permasalahan anemia pada ibu hamil ini pada dasarnya seharusnya tidak terjadi. Sebagaimana disebutkan oleh Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, MS.

Sebaiknya anemia sudah bisa diatasi sebelum wanita tersebut hamil. Mengingat jika bisa dituntaskan sebelum sudah terlanjur hamil, maka risiko-risiko sulit yang terjadi bisa dikurangi.

“Ketika hamil, 70 persen dalam berbagai penelitian di masa trimester satu itu bahkan ada juga yang mengalami sampai trimester dua, kehamilannya mengalami apa yang biasa disebut ‘morning sickness’. Ada yang mual saja, ada yang dibarengi dengan muntah. Dengan kondisi ini kan, gizi kemudian sulit diperbaiki dengan makanan. Secepat mungkin lebih baik, karena mengurangi resiko-resiko sulit, zat-zat penting bisa dicadangkan,” tutupnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini