nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bisakah Dunia Menjadi Lebih Baik Selama Masih Ada Netizen?

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Rabu 04 September 2019 05:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 03 612 2100335 bisakah-dunia-menjadi-lebih-baik-selama-masih-ada-netizen-zCDrZRlp31.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KEBERADAAN netizen di dunia maya memang kerap menjadi persoalan. Selalu merasa benar adalah salah satu hal yang kerap didengungkan untuk para netizen.

Bahkan, tidak jarang netizen melemparkan caci maki layaknya orang yang tidak terpelajar di Media Sosial. Lantas, apakah bisa dunia menjadi tempat yang lebih baik dengan banyaknya konten negatif di media sosial.

Division Director Programmes Division, Singapore International Foundation (SIF), Jaryll Chan, menyebut teknologi bukanlah sesuatu yang bersifat satu arah dan egois. Dia menyebut teknologi pada dasarnya bersifat netral dan tidak memihak.

"Tergantung kita mau membawa teknologi itu ke mana," tuturnya di kantor pusat SIF.

Karenanya, peran seluruh masyarakat sangat diperlukan terutama untuk menangkal konten negatif yang beredar.

Dia pun tidak memungkiri, selama ini memang lebih banyak berita buruk beredar di masyarakat, utamanya karena berita buruk lebih mudah tersebar. Karenanya, peran seluruh masyarakat sangat diperlukan terutama untuk menangkal konten negatif yang beredar.

Lantas, bagaimana caranya? Ya tidak lain adalah dengan menyebarkan berita positif lewat media sosial. Menurut Jaryll, sebuah kebaikan tidak selalu besar, bahkan hal-hal kecil pun layak dibagikan kepada dunia.

"Kami ingin kita semua sama-sama menyebarkan inspiring stories ke seluruh dunia. Kita ingin semua berpartisipasi dari hal kecil, untuk dunia yang lebih baik," kata dia.

Menambahkan, Head Our Better World Programme Division SIF, Rebecca Lim, mengatakan bahwa di dunia ini masih banyak orang baik yang ingin berbagi. Sayangnya, beberapa dari mereka tidak memiliki waktu, dan ada juga yang tidak mau mencari.

Oleh karena itu, cara paling mudah untuk menyebarkan kabar kebaikan itu adalah lewat media sosial. Memang, dengan melihat postingan positif maka akan membuat seorang menjadi positif juga, imbasnya maka kebaikan akan menyebar pada orang-orang sekitar mereka.

 Oleh karena itu, cara paling mudah untuk menyebarkan kabar kebaikan itu adalah lewat media sosial.

"Sudah banyak yang ambil sikap setelah melihat postingan positif. Dasarnya kita cukup share story, maka impactnya akan besar," tambahnya.

Tidak perlu biaya banyak untuk berbuat baik, Rebecca pun merujuk salah satu kegiatan di Jakarta yang membantu orang buta untuk menonton bioskop. Dia menyebut kegiatan yang membantu para tunanetra menikmati film tersebut sangat positif untuk dilakukan.

Jadi, yuk mulai sebarkan postingan positif dan kurangi postingan julid di medsos kita, jadi dunia bisa menjadi lebih baik!

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini