nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jadi Kontroversi, Pemprov Sumut Jelaskan Konsep Wisata Halal Danau Toba

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 04 September 2019 18:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 04 406 2100654 jadi-kontroversi-pemprov-sumut-jelaskan-konsep-wisata-halal-danau-toba-DbMwIlxjSK.jpg Danau Toba (Foto: Okezone)

Beberapa hari lalu, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi sempat menyatakan ingin menjadikan Danau Toba sebagai wisata halal. Pernyataan itu menimbulkan pro dan kontra. Tak sedikit masyarakat yang menolak keinginan tersebut.

Senin kemarin, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Danau Toba sempat melakukan unjuk rasa di depan kantor gubernur guna menolak usulan tersebut.

Bahkan ada pula yang sampai membuat petisi online terkait hal ini. Untuk meredam kontroversi, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menggelar konferensi pers guna meluruskan konsep wisata halal.

 Twit

Selain itu, penjelasan juga diungkapkan melalui akun Twitter @HumasPemprovsu. Akun tersebut mengunggah sebuah video yang menjelaskan konsep wisata halal.

“Wisata halal bukan Islamisasi, dijamin tidak hilangkan budaya asal. #wisatahalal #wonderfullindonesia #danautoba #humassumut,” cuitan akun tersebut seperti yang Okezone kutip, Rabu (4/9/2019).

Dalam video berdurasi kurang lebih dua menit, dijelaskan bila menyediakan produk wisata halal bukan berarti menerapkan syariat Islam dan melarang pertunjukan budaya yang ada di daerah tujuan wisata.

Wisata halal tidak lebih dari upaya menarik pasar wisatawan muslim. Caranya dengan menyediakan fasilitas yang dibutuhkan pelancong muslim lokal maupun asing. Apalagi mayoritas wisman di Sumut adalah warga Malaysia (36,22%) yang sebagian besar penduduknya muslim,” tulis penjelasan di dalam video.

Penjelasan dilanjutkan dengan mengatakan wisata halal memiliki ceruk pasar yang besar di dunia karena peningkatan jumlah wisatawan muslim. Diperkirakan pada tahun 2020 jumlah wisatawan muslim dunia mencapai 158 juta orang. Hal itulah yang sebaiknya dimanfaatkan.

“Indonesia sendiri berada di peringkat satu negara tujuan wisata halal dengan jumlah kunjungan terbanyak. Negara non muslim seperti Inggris saja ikut mengembangkan wisata halal. Inggris berada di peringkat 3 tujuan wisata halal, disusul Jepang di peringkat 4,” tambah penjelasan dalam video tersebut.

Di akhir video ditambahkan, meningkatnya jumlah wisatawan akan memberi dampak langsung bagi ekonomi lokal. Salah satunya multiplier effect karena melibatkan banyak sektor seperti hotel, transportasi, industri kerajinan, dan meningkatkan kesempatan kerja.

Selain itu, melalui cuitan, Humas Pemprov Sumatera Utara juga menegaskan konsep wisata halal Danau Toba dimaksudkan untuk menambah daya tarik wisatawan muslim.

Harapannya dengan cara itu dapat menggerakkan roda perekonomian di sana. Terlebih [emerintah pusat yang telah menetapkan Danau Toba menjadi destinasi wisata prioritas dan super prioritas.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini