Telur Ayam Ini Bisa Jadi Obat Kanker

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 04 September 2019 16:01 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 04 481 2100536 telur-ayam-ini-bisa-jadi-obat-kanker-LGtHd6NjGp.JPG Telur bisa jadi obat kanker (Foto: Farmhouselife)

Dikutip Okezone dari Science Daily, telur ayam 'modifikasi' ini dikembangkan di University of Edinburgh, di mana mereka menghasilkan protein yang biasa digunakan untuk mengobati berbagai penyakit, termasuk kanker.

Menurut peneliti, proses menghasilkan 'obat kanker' tersebut dilakukan dengan cara yang lebih murah dibandingkan produksi protein yang dilakukan selama ini.

"Jumlah protein yang tinggi dapat diperoleh dari setiap telur menggunakan sistem pemurnian sederhana dan tidak ada efek buruk pada ayam itu sendiri," kata Peneliti Lissa Herron.

Para peneliti mengatakan, temuan ini memberikan bukti kuat untuk menggunakan ayam sebagai metode untuk memproduksi obat berkualitas tinggi untuk digunakan dalam studi dan sangat menjanjikan.

Perlu Anda ketahui, telur sudah menjadi medium menyimpan vaksin, seperti pada flu jab. Namun, di pendekatan baru ini, protein terapeutik dikodekan dalam DNA ayam dan diproduksi sebagai bagian dari putih telur.

Telur ayam

Tim awalnya telah fokus pada dua protein yang penting untuk sistem kekebalan tubuh dan memiliki potensi terapeutik. Protein manusia yang disebut IFNalpha2a memiliki efek antivirus dan antikanker yang kuat, dan versi protein pada manusia dan babi yang disebut makrofage-CSF , yang sedang dikembangkan sebagai terapi yang merangsang jaringan yang rusak untuk memperbaiki diri.

Dari hasil penelitian, hanya tiga telur yang cukup untuk menghasilkan dosis obat yang relevan secara klinis. Karena ayam dapat bertelur hingga 300 butir per tahun, para peneliti mengatakan pendekatan mereka bisa lebih menghemat biaya daripada metode produksi lain untuk beberapa obat penting.

Para peneliti mengatakan mereka belum memproduksi obat-obatan untuk digunakan pada pasien, tetapi penelitian ini menawarkan bukti prinsip bahwa sistem ini layak dan dapat dengan mudah diadaptasi untuk menghasilkan protein terapi lainnya.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini