nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tren Sosialita Pakai Barang Preloved, Demi Gaya dan Pansos?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 05 September 2019 10:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 05 194 2100886 tren-sosialita-pakai-barang-preloved-demi-gaya-dan-pansos-qsdjFmgD8Y.jpg Tren barang preloved (Foto : Princess)

Kaum urban tidak akan pernah lepas dari pengaruh sosial. Kebanyakan dari mereka menginginkan citra yang baik meski menghalalkan segala cara. Dalam kelompok sosialita sendiri, sekarang ini mereka sedang senang mengenakan barang preloved.

Barang jenis ini adalah barang 'second' namun dalam kondisi seperti baru. Bahkan, beberapa 'preloved seller' mengklaim pernah juga menjual koleksi teranyar rumah mode dunia. Lantas, kenapa akhirnya banyak sosialita sekarang gemar menggunakan barang preloved?

Apa karena alasan 'yang penting gaya di media sosial', tidak mampu beli, atau ada alasan lain? Dijelaskan sosialita Marisa Tumbuan, barang preloved semakin diincar bukan karena alasan demi pansos atau panjat sosial di Instagram atau media sosial lainnya.

cewek beli tas

Barang second dipilih karena nilai bisnisnya yang menjadi pertimbangan. Terlebih, jika bicara mengenai 'branded collection', maka urusan tidak akan jauh dari investasi.

Barang keluaran rumah mode kenamaan dunia dijadikan investasi menarik bagi sosialita, selain perhiasan, properti, atau mobil mewah. Barang branded memiliki nilai jual yang tidak akan jauh berbeda dari harga beli. Bahkan, kalau memiliki barang langka, harganya akan naik setiap tahun. Alasannya jelas, barang semakin tua usianya.

"Sosialita sekarang nggak masalah pakai barang preloved. Mereka sudah semakin terbuka pemikirannya mengenai barang jenis ini. Lagipula, yang namanya barang preloved, ya, namanya aja bekas pakai, tapi kualitas kebanyakan masih oke punya, tinggal cerdas mengenali produk," papar Marisa pada Okezone, beberapa waktu lalu.

Marisa melanjutkan, karena barang preloved ini semakin dikenal sosialita, maka Anda mesti berhati-hati sebelum membeli. Sebab, tak bisa dipungkiri juga banyak produk non-original yang mengatas namakan barang preloved. Tapi, masalah ini bisa dikenali dengan baik kaum sosialita.

beli tas

Ya, sudah sering berbelanja barang mewah menjadi alasannya, sehingga ciri-ciri produk palsu itu bisa diidentifikasi hanya dengan pandangan mata. Paling mudah adalah produk Louis Vuitton. "Kalau signature LV-nya kepotong, sudah pasti itu barang KW," ungkap Marisa.

Sementara itu, model sekaligus presenter kondang Sari Nila pun membantah dengan tegas jika sosialita pakai barang preloved demi pansos semata. Menurut dia, membeli barang preloved malah bisa dikatakan smart-thing.

Dia memberi penggambaran seperti ini, banyak perempuan yang rasa bosannya itu tinggi. Jadi, dia beli tas A dengan model tertentu. Kemudian, besoknya dia lihat ada produk tas B dengan model yang lebih menggambarkan dirinya, pasti produk A jarang disentuh lagi. "Secepat itu memang," tegasnya.

mEMBELI tAS

Nila pun mendukung sosialita yang lebih tertarik pada barang preloved. Sebab, ini juga berkaitan dengan pemanfaatan barang yang lebih maksimal. Selain itu, yang mesti dipertegas di sini ialah barang preloved tersebut mesti original.

"Kan kalau beli yang 'ori' tandanya kita mendukung si desainer dan ini yang patut diapresiasi. Daripada beli produk KW tapi baru," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini