nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mau Masa Depan Anak Sukses? Orangtua Perlu Ajarkan Hal Ini

Tiara Putri, Jurnalis · Sabtu 07 September 2019 08:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 07 196 2101773 mau-masa-depan-anak-sukses-orangtua-perlu-ajarkan-hal-ini-SJQ4O4TmSc.jpg Pola asuh untuk anak sukses di masa depan (Foto : Parenting)

Perubahan era yang terjadi karena kemajuan teknologi dan informasi membuat orangtua mau tidak mau harus mengubah pola asuh terhadap anak-anaknya. Sekarang ini, pola asuh harus mematuhi arahan orangtua guna anak sukses di masa depan sulit diterapkan.

Sebaliknya, orangtua diharapkan bisa mendorong buah hati memiliki nalar tinggi supaya bisa berinovasi. Tujuannya agar anak sukses di masa depan.

Menurut Laporan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum) 2018, sebanyak 65% anak yang saat ini duduk di bangku sekolah dasar, di masa depan mungkin bekerja di bidang yang hari ini belum ada. Hanya sekira 35% pekerjaan di era sekarang yang bisa ditemukan di masa depan. Oleh karenanya, anak dituntut untuk jadi pencipta kerja,

Anak Bermain Musik

Pengamat dan Praktisi Pendidikan dan Sains, Indra Charismiadji mengatakan, satu hal yang sekarang perlu diperhatikan orangtua agar anak sukses adalah menjadikan mereka sosok kreatif, mampu berpikir kritis, bisa berkolaborasi dengan orang banyak, serta memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Maka dari itu, orangtua perlu mendapatkan banyak edukasi tentang hal tersebut.

Sebab pola asuh yang dahulu orangtua terima sulit diterapkan pada anak-anak di era sekarang.

"Di era manufaktur orang memang harus patuh sesuai aturan, saklek. Sedangkan sekarang ini harus ada dorongan kreativitas. Anak tidak lagi harus mematuhi perkataan orangtua, sebab anak yang patuh tidak memiliki kreativitas," ujar Indra saat ditemui Okezone dalam dalam diskusi bertajuk “Sains Digital Dari dan Untuk Anak Indonesia” yang diselenggarakan oleh Kalbe, Jumat 6 September 2019 di Jakarta.

anak rajin

Menjadi anak yang tidak patuh bukan berarti anak harus melawan perintah orangtua atau membangkang. Tidak patuh di sini maksudnya adalah anak diharuskan berpikir kritis. Ketika orangtua melarang sesuatu, mereka tidak serta merta menurut melainkan berpikir alasan kenapa tidak diperbolehkan melakukan hal tersebut.

"Contoh, ketika anak mau main api, jangan bilang enggak boleh. Terangkan kepadanya kalau main api bisa menyebabkan panas apabila terkena tangan, biar mereka merasakan sendiri. Jadi anak terbiasa tidak dibatasi tapi belajar sebab akibat sehingga bisa mendorong kreativitas," jelas Indra.

Selain dari pola asuh orangtua, pola pengajaran di institusi pendidikan juga perlu diubah. Sekarang ini muncul pola STEAM yaitu science, technology, engineering, art, and mathematic. Pola pengajaran ini mendorong anak untuk memiliki nalar yang baik. Sebab pola ini menciptakan adalah kemampuan manusia yang paling tinggi.

anak main

Melalui pola ini, anak juga mampu memiliki empat kemampuan yang diperlukan di masa depan yaitu berpikir kritis, berkolaborasi, berkomunikasi, dan kreatif. Kreativitas adalah bagian penting dalam inovasi. Dari inovasi itulah anak bisa bersaing di masa depan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini