Kisah Herman Darwanto, Driver Ojol yang Dikerjai Penumpangnya di Yogyakarta

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 09 September 2019 02:32 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 08 612 2102232 kisah-herman-darwanto-driver-ojol-yang-dikerjai-penumpangnya-di-yogyakarta-iGGMMjUtDa.JPG Herman Darwanto (kanan) (Foto: Ist.)

Kegigihan dan semangat seorang kepala keluarga dalam mencari nafkah tercermin dari sosok pria bernama Herman Darwanto. Ia merupakan salah satu driver ojek online (ojol) yang ada di Yogyakarta. Saking semangatnya bekerja, Herman sampai mendapat predikat sebagai salah satu driver terbaik di daerahnya.

Herman mengaku telah bergabung sebagai mitra salah satu ojol yang ada di Indonesia sejak Maret 2018. Meskipun bekerja sebagai tukang ojek, namun semangatnya sangat besar. Kondisi hujan dan tidak hujan pun dihadapinya dengan gagah berani.

 Laki-laki dan perempuan

“Sejak Maret 2018 saya bergabung sebagai driver ojek online. Jam lima sudah on baik hujan maupun tak hujan. Saya bekerja hanya sampai target. Setelah selesai langsung pulang dan memberikan kesempatan pada driver lainnya untuk mencari penumpang,” terang Herman.

Herman mengaku pada awal bergabung ojol ia berhasil mendapatkan 19 poin yang menjadi angka buruannya pada pukul 12.00 hingga 14.00. Namun, belakangan ini jam kerja Herman semakin bertambah agar bisa mencapai target sesuai dengan apa yang diharapkannya.

“Kalau kemarin pukul 17.00 - 19.00 baru selesai. Saya ambil orderan penumpang saja dan bukan makanan karena antrenya panjang dan lama-lama. Rute saya sekitar Yogyakarta, paling sering ke Malioboro, stasiun dan terminal,” lanjutnya.

Tentunya sebagai driver ojek online, Herman memiliki suka duka saat menjalankan tugasnya. Salah satunya adalah bertemu dengan penumpang yang hanya mau dijemput ketika sang pengendara berada tepat di hadapannya.

“Ada hal unik selama saya bekerja. Waktu itu saya jemput ibu-ibu di Hotel Sheraton pada tengah malam dalam kondisi diguyur hujan. Yang saya jemput itu ibu-ibu dan agak rese orangnya. Jaraknya padahal sudah dekat tapi hanya mau dijemput ketika saya sudah berada di depan hadapannya,” sambung Herman.

Ke rese-an ibu itu bukan hanya terlihat pada saat sedang dijemput. Saat berada di atas motor banyak permintaan yang diinginkan oleh ibu tersebut. Salah satunya adalah minta diajak ngebut dan menyalip di jalan dekat tikungan.

“Di jalan raya saya disuruh menyalip tapi dekat jalan yang ada tikungan. Ketika saya tancap gas dan tikungan itu kelewat saya malah dimarahi. Lebih menyebalkannya lagi ketika saya sudah berhasil mengantarkan ibu itu sampai di rumah, ia mengatakan bahwa daritadi hanya ingin mengerjai saya,” tuntasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini