nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tempat Nongkrong Hits di Yogyakarta Tutup, Netizen Nostalgia Kenangan Bersama Mantan

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 09 September 2019 12:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 09 298 2102364 tempat-nongkrong-hits-di-yogyakarta-tutup-netizen-nostalgia-kenangan-bersama-mantan-ahd6bBFBLX.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Siapapun yang pernah liburan atau menimba ilmu di Yogyakarta, tentu sudah tidak asing lagi dengan tempat nongkrong yang populer dengan jargon "Neneners". Ya, tempat itu bernama Kalimilk.

Setelah kurang lebih 9 tahun melayani pelanggan, Kalimilk dikabarkan tutup sejak akhir Agustus lalu. Kabar mengejutkan ini dibagikan oleh seorang netizen melalui sebuah unggahan di Twitter.

"Buat Neneners, ada info sad nih. Per akhir Agustus kemarin, Kalimilk udah berhenti beroperasi. Jadi ingat, dulu sampe harus waiting list antreannya," tulis akun @PramoeAga.

Berita tutupnya restoran yang hits di kalangan wisatawan maupun mahasiswa ini pun sontak menyita perhatian netizen. Tak sedikit di antara mereka yang memiliki kenangan indah saat mengunjungi tempat tersebut.

 Kafe di Yogyakarta

Mulai dari sekadar menikmati olahan susu segar, nongkrong sampai larut malam bersama teman kampus, hingga mengerjakan skripsi sampai kedai tutup. Semuanya kini telah menjadi kenangan.

Hasil penelusuran Okezone, akun Instagram resmi Kalimilk sendiri terakhir update pada tanggal 17 Agustus lalu. Founder Kalimilk Fauzan Rachmansyah pun membenarkan penutupan kedai susu paling hits di Jogja itu.

Melalui akun Twitter pribadinya, Fauzan membagikan serangkaian tweet yang berhasil membuat netizen mengharu biru.

 Minuman

“Sebagai Founder Kalimilk tentu saya orang yang paling kehilangan dengan kenyataan. Saya ingin mengucapkan terima kasih buat kaliam semua #goodpeople yang pernah berjuang bersama menjadi bagian Kalimilk,” cuit Fauzan.

Ia pun tidak lupa menuturkan rasa terima kasih kepada para pelanggan setia #Neneners karena berkat kontrisbusi merekalah Kalimilk bisa bertahan selama kurang lebih 9 tahun.

“Buat #Neneners semua, saya juga takjub dengan adanya kalian, terima kasih atas partisipasi dan kenangannya. Untuk semuanya, mohon dimaafkan segala kesalahan yang pernah terjadi selama perjumpaan kita bersama di Kalimilk. Kalau ada yang menginspirasi, menyehatkan, keceriaan dan kelucuan, semoga bermanfaat dan dilanjutkan #KalimilkTutup,” tulisnya.

Ya, seiring berkembangnya zaman dan perubahan tren yang begitu cepat, satu per satu usaha kuliner terpaksa gulung tikar karena tidak bisa cepat beradaptasi atau mengeluarkan inovasi terbaru.

Selain itu, lokasi usaha pun dinilai menjadi salah satu faktor utama keberhasilan suatu usaha. Seperti diketahui, kuliner di kawasan Daerah Istimewa Yogyakarta memang identik dengan harganya yang sangat terjangkau.

Bila tidak bisa bersaing dengan kafe-kafe yang menyuguhkan tempat nyaman dan harga murah, jangan heran bila pelanggan pindah ke lain hati.

Ditambah lagi tren kafe kekinian yang tengah digandrungi milenial. Urusan rasa kini menjadi nomor dua, yang penting tempat harus instagramable dan cantik. Pola seperti inilah yang lambat laun menggerus bisnis kuliner di berbagai daerah. Seperti yang diungkapkan oleh Executive Chef AMUZ Gourmet Restaurant, Chef Stefu Santoso.

 Pegawai kafe

"Orang-orang tidak lagi datang untuk menikmati makanan, mereka datang hanya untuk mengambil foto cantik, lalu berpindah ke tempat cantik lainnya," tuturnya saat dihubungi via sambungan telefon, beberapa waktu lalu.

Untuk mengenang kembali masa-masa kejayaan Kalimilk, berikut Okezone rangkumkan beberapa komentar netizen dengan kisahnya masing-masing.

"Whaaat, why??? Tempat yg banyak kenangannya..kupikir dia ini hitsss bgt dan pelopor dagangan susu," tulis akun @TopikHidayah.

"Tempat ini memorable banget," tulis akun @aiukusuma.

"Kok sediih, dulu dari pas jaman maba pasti kalo mau ada first meet gitu yoo seringnya di kalimilk :")," tulis akun @astripzyh.

"Sejak tren es kopi susu pengunjung turun drastis pdhl harga sm kualitas ttp dipertahankan," tulis akun @agungfadilah.

"Sudah curiga dari beberapa bulan terakhir curiga bakal tutup karena saban lewat keliatan sepi-sepi saja, pun penampilan bangunan tampak kurang terawat," tulis akun @sefkelik.

"Duh, inget banget dulu saya sama teman tiap abis nyari makan diluar kalo malem selalu mampir disana, plus beli kue cubit di ugm. Momen momen menggendut selama di Jogja," tulis akun @beliaputri.

"Jaman minuman boba dan kopi-kopian belum menyerang. Kalimilk is da best. Tempat nongkrong murah berkelas, sehat bergizi pada jamannya," tulis akun @gadihnovaandarina.

"Padahal dulu pas pertama kali bula di lempongsari sampe menang kuisnya dpt cookies milk grates wes seneng bgt. Selalu menggembar-gemborkan kalimilk ke khalayak karna sesuka itu sama susunya," tulis akun @Nhofifah.

"Jadi inget dulu mau kesini dgn abang mantan harus merayu sejadi-jadinya. Akhirnya tempat ini kandas juga," tulis akun @thiisue.

"Me: yang aku mau ke kalimilk ih pengen minum susu sih.

Him : ih kalimilk lo tutup jam 9, ini dah jam 9 kurang dikit

Me : (ngeyel) ini lo yg jakal tutupnya jam 10

Kemudian ngecek ke Jakal dan udah tutup beneran dan kini kisahku dengannya juga sudah tutup buku," tulis akun @martinafjr.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini