nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tes DNA untuk Perawatan Kecantikan, Apa Fungsinya?

Dinno Baskoro, Jurnalis · Senin 09 September 2019 22:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 09 611 2102688 tes-dna-untuk-perawatan-kecantikan-apa-fungsinya-LbwXwRlH6M.jpg Tes DNA untuk perawatan kecantikan (Foto: Bustle)

BANYAKNYA produk perawatan kulit yang beredar justru bisa menimbulkan kebingungan pengguna atau bahkan menyebabkan masalah kulit. Bahkan, pilihan produk perawatan kecantikan saat ini lebih tinggi dari kebutuhan konsumen itu sendiri.

Ketika konsumen menemukan perawatan kecantikan yang tepat, dibutuhkan banyak kekeliruan (trial and error) yang berdampak terhadap hilangnya waktu (time spent). Hal ini dikenal dalam dunia marketing dengan istilah consumer pain points atau pengalaman yang menyulitkan konsumen. Sebab faktanya, memilih produk perawatan yang sesuai dengan jenis kulit, bukan perkara mudah.

Ilustrasi perawatan kecantikan

Pertama, kita harus terlebih dahulu mengidentifikasi jenis kulit. Menurut dr. Leslie Baumann, seorang peneliti dan ahli kecantikan dari Amerika, jenis kulit sesungguhnya dibagi berdasarkan 4 kategori dasar, yaitu level sebum, sensitivitas, pigmentasi dan elastisitas. Dari 4 kategori dasar inilah, kita akan mendapatkan 16 jenis kondisi kulit yang berbeda.

Kedua, dalam memilih perawatan yang tepat, ada banyak faktor lain di luar jenis kulit yang harus dipertimbangkan dalam memilih produk perawatan kecantikan, seperti: Apakah produk menjawab kebutuhan spesifik kulit (menghilangkan noda hitam), apakah bahan aktif kandungannya aman untuk jenis kulit? Dan sebagainya.

Lantas apa hubungannya perawatan kecantikan dan tes DNA kulit? Klik halaman selanjutnya untuk informasi lebih lanjut:

Peran tes DNA

Tes DNA adalah prosedur yang digunakan untuk mengungkapkan secara akurat, informasi mengenai genetik dalam tubuh seperti potensi, risiko dan kebutuhan unik setiap individu yang berkaitan dengan banyak hal seperti kebutuhan suplemen dan nutrisi, intensitas olahraga yang sesuai, hingga perawatan kulit yang tepat dan lainnya.

Satu hal mendasar yang bisa diperoleh dari tes DNA adalah kondisi kulit seseorang. Sebagai organ tubuh paling luar, kulit merupakan lapisan pelindung yang bekerja 24 jam nonstop dan paling rentan terpapar oleh faktor eksternal seperti matahari dan polusi.

Pengecekan DNA kulit bisa memberikan informasi yang akurat mengenai kualitas kolagen, elastisitas kulit, pigmentasi kulit, dan sebagainya. Tes DNA kulit sudah umum dilakukan di negara maju, untuk mengenal kondisi kulit dan mendapatkan perawatan yang tepat dan sesuai.

Test DNA

“DNA sudah menjadi subjek global yang telah dijajaki oleh para pakar kesehatan kulit, agar menjadi solusi bagi konsumen dalam memahami kondisi kulit mereka," jelas Aska Primardi, Head of Research JakPat.

Dalam sebuah riset terhadap 537 responden mengenai pemahaman kondisi kulit untuk perawatan kecantikan menunjukkan pentingnya tes DNA kulit. Dalam konteks penggunaan produk perawatan wajah, hanya 15% responden yang mengatakan bahwa kinerja produk yang mereka gunakan (sebelum tes DNA) sesuai dengan harapan.

Sisanya mengatakan bahwa mereka masih menderita masalah yang mengganggu seperti jerawat, iritasi, kulit kering, kulit berminyak, dan lainnya. 30 persen responden juga merasa belum puas dengan kondisi kulit mereka saat ini, kendati telah menggunakan berbagai macam produk perawatan.

Hasil riset lainnya menunjukkan bahwa para responden sudah selektif dalam mencoba produk perawatan kulit, untuk mencegah terjadinya masalah kulit dan menghindari terbuangnya uang dan waktu dengan sia-sia.

Sedangkan dalam konteks menemukan produk perawatan yang tepat, 50% responden setuju untuk memeriksakan kondisi kulit mereka dan secara umum memilih untuk pergi ke dokter kulit atau dermatolog. Dalam konteks tes DNA, kecenderungan responden percaya akan hasil tes DNA kulit, mencapai 85%. Selain itu persentase minat responden untuk mencoba perawatan kulit dengan teknologi tinggi (hi-tech) mencapai 90%.

Teknologi tes DNA secara global telah memberikan manfaat bagi individu yang ingin memahami kondisi kulit mereka dengan mudah. Untuk meminimalisir pengalaman pain points konsumen, teknologi tes DNA bisa jadi langkah terbaik karena dapat menjelaskan kondisi dan kebutuhan spesifik kulit konsumen yang sesuai dengan hasil tes DNA tersebut.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini