nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Viral Penumpang KRL Marah Dipanggil Nenek, Ini Penjelasan Psikolog

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 10 September 2019 12:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 10 196 2102857 viral-perempuan-marah-dipanggil-nenek-ini-penjelasan-psikolog-NsiSmLKQGi.jpg Perempuan marah-marah dipanggil 'nenek' (Foto: reggafrnds/Twitter)

Seorang perempuan menginjak kaki perempuan lain di sampingnya saat berada di kereta rel listrik (KRL). Reaksi tersebut ia tunjukkan sebagai bentuk ketidaksenangan saat orang lain menyebutnya 'nenek'. Kasus ini ramai di media sosial dan menjadi perdebatan sejumlah publik.

Ya, dalam video yang beredar, si perempuan yang tak mengenakan kacamata emosi setelah perempuan berkacamata di sampingnya menyebutnya 'nenek'. Emosi tersebut pun benar terjadi karena selain menginjak kaki, perempuan dewasa berbaju motif biru putih itu mengumpat pada si perempuan berkacamata.

"Jangan sok cantik!" begitu ucapnya keras. Seperti tidak menghiraukan orang sekitar, perempuan emosi itu terus memberikan penekanan pada perempuan di sampingnya.

 Suasana di KRL

Tak tinggal diam, perempuan berkacamata pun melakukan pembelaan. Dia menilai panggilan 'nenek' itu wajar dan maksud hatinya baik untuk mendekatkan si perempuan dewasa dengan 'cucunya'.

Sampai video ini selesai direkam dan kedua perempuan ini didatangi petugas KRL, tidak diketahui kelanjutannya seperti apa. Namun, video ini sudah viral di media sosial.

Terlepas dari kasus tersebut, Okezone merasa ada hal menarik di sini. Tampaknya, sebagian besar perempuan tak menyukai menjadi tua. Bukan hanya soal penampilan, tetapi juga sampai ke hal sapaan.

Sepertinya akan sangat bahagia ketika Anda selalu dipandang lebih muda dari usianya.

Lantas, apakah memang perempuan menolak tua?

Menjawab pertanyaan itu, Okezone mencoba mewawancarai Psikolog Meity Arianty. Dalam paparannya, tak bisa dipungkiri ada beberapa hal yang rasanya kurang etis ditanyakan pada perempuan. Psikolog Mei menjelaskan, ada 4 hal; berat badan, usia, gaji, dan agama.

"Empat hal ini menjadi sangat sensitif bagi orang asing untuk diungkapkan di publik. Tapi, ternyata perempuan Indonesia pun kebetulan mengamininya," katanya pada Okezone melalui pesan singkat, Selasa (10/9/2019).

Mei pun tak bisa pungkiri kalau perempuan itu biasanya sangat sensitif dalam hal panggilan. Jangan anggap itu sepele apalagi main-main, karena reaksi yang bakal terjadi, ya, seperti si perempuan di KRL itu.

Menurut penuturan Mei, beberapa perempuan itu tidak suka disapa "Ibu, Bunda, Mama, atau Mami", mereka lebih nyaman disapa "Kakak atau Mbak".

"Panggilan berpengaruh besar pada beberapa perempuan. Contohnya saat Anda berada di mall, penjual panggil Anda dengan 'bun' atau 'mami', nggak sedikit, lho, yang akhirnya males dan pergi. Moodnya otomatis berubah. Ya, beda kasus dengan mereka yang tak mempermasalahkan panggilan, tapi aku lihat ini terjadi pada rata-rata perempuan," paparnya.

Kembali pada kasus perempuan injak kaki karena kesal disapa 'nenek', Mei menilai memang ada pihak yang salah. Sebab, dipanggil nenek itu akan membuat perempuan merasa 'dituakan' dan itu bisa memengaruhi emosinya. Makanya, dia bisa murka begitu. Apalagi, saat perempuan merasa tidak setua panggilannya.

Itu sebabnya, sambung dia, kita seyogyanya memanggil orang yang kita tidak kenal dengan sebutan umum. Misalnya, saat si perempuan bawa anak atau terlihat sudah dewasa, panggil 'ibu' walau misalnya terlihat sudah 50 atau 60 tahun. Ini dilakukan karena kita nggak kenal baik, menghindari kesalahpahaman.

"Nggak ada salahnya kok memanggil semua perempuan dewasa dengan 'ibu' untuk penghargaan," terang Psikolog Mei.

Dia menambahkan, karena nenek-nenek sekali pun akan sangat senang bila dipanggil 'ibu' sebagai bentuk penghargaan. Ingat, panggilan itu hal sederhana memang, tapi akan berpengaruh pada mood perempuan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini