nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BJ Habibie Meninggal, Yuk Kenang Romansanya Bersama Ainun

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 11 September 2019 21:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 11 196 2103611 bj-habibie-meninggal-yuk-kenang-romansanya-bersama-ainun-SaRcQ0zA2T.jpg Habibie Ainun. (Foto: Instagram)

MANTAN Presiden Ke-3 Indonesia BJ Habibie meninggal dunia di usia 83 tahun. Beliau menghembuskan napas terakhirnya saat menjalani perawatan medis di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, sore ini pukul 18.05 WIB.

Penyakit jantung yang sudah lama diidap menjadi alasan BJ Habibie meninggal dunia. Doa terbaik pun mulai beredar di media sosial. Salah satunya datang dari Cucu Keponakan, Melanie Soebono, dia menuliskan dua terdalam atas kepergian bapak bangsa yang satu ini.

"Selamat jalan eyang. Puas puasin kangen kangenan sama eyang Ainun, ya. Makasih sudah ngajarin saya menjadi pejuang dan mencintai Indonesia. Sampai ketemu di keabadian," tulisnya penuh haru.

Terlepas dari itu, romantisme Habibie dan Ainun tak bisa dielakkan. Banyak pihak yang terinspirasi oleh kisah dua manusia ini. Berjuang bersama, selalu setia, dan sederhana menjadi kunci dari harmonisnya Habibie dan Ainun.

Untuk lebih jelasnya, Okezone coba menunjukan pada Anda beberapa potret romantisme Habibie dan Ainun, berikut ulasannya:

Saat muda

Pasangan ini dikenal saling setia. Habibie begitu sayang dengan Ainun, pun sebaliknya. Di foto ini, kita bisa lihat kalau mereka berdua begitu romantis. Kesederhanaan di antara mereka berdua pun terlihat dan ini yang membuat Habibie dan Ainun begitu menginspirasi.

Selalu tersenyum bersama

View this post on Instagram

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu. Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya, dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu. Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, Adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi. Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang. Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, Pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada, Aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini. Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang, tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik. Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini. Selamat jalan, Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya, kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada. selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku, selamat jalan, calon bidadari surgaku …. BJ HABIBIE ________________________________________________ Cinta Sejati tak mengenal kata punah. Semoga dipertemukan lagi di surga-Nya. Al-Fatihah untuk mendiang Ibu Ainun. ❤ ❤ #kataur #bestcouple #habibieainun #puisi #presiden #indonesia #muslim

A post shared by Utari Rahayu SE (@utarirahayuse) on

Menjalani hidup bersama membuat Habibie dan Ainun kuat dalam menjalani kehidupan. Meski banyak rintangan yang mesti mereka hadapi, senyum dan selalu ramah adalah karakter mereka. Habibie dan Ainun menjadi potret bagaimana bahagia bersama adalah sesuatu yang tak ternilai harganya.

BJ Habibie meninggal dunia, ini sederet kenangan bersama istrinya Ainun.

Momen pernikahan

Begini momen pernikahan Habibie dan Ainun. Mereka berdua mengikat janji sehidup semati pada 12 Mei 1962. Saat menikah, BJ Habibie diketahui tak memiliki apa-apa dan Ainun tetap memilihnya sebagai orang yang akan selalu ada di sampingnya sampai ajal menjemput.

Kesederhanaan keluarga Habibie dan Ainun

Jika melihat foto ini, Anda akan melihat bahwa Habibie dan Ainun tak memanjakan anaknya dengan sesuatu yang mewah. Kesederhanaan itu yang menjadi akar rumah tangga mereka. Keberhasilan sang anak tentu menjadi hadiah terindah untuk Habibie dan Ainun.

Menua bersama

Habibie dan Ainun membuktikan kalau kesetiaan adalah sesuatu yang patut untuk diperjuangkan. Mereka berdua membuktikan, menua bersama adalah sesuatu yang indah dan mereka kini berdua bahagia di keabadian.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini