nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengobatan Herbal, Khasiat Jamu Tradisional Mulai Dilirik China

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 11 September 2019 22:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 11 481 2103697 pengobatan-herbal-khasiat-jamu-tradisional-mulai-dilirik-china-9hzsvS66tQ.jpg Jamu tradisional mulai dilirik China (Foto: IndoIndian)

TAK sedikit produk-produk jamu lokal berhasil diekspor ke mancanegara sejak dulu. Banyak negara melirik aset jamu Tanah Air, salah satunya adalah China.

Walaupun China dikenal sebagai negara penghasil obat herbal terbaik di dunia, namun tetap tak membuat jamu Tanah Air dipandang sebelah mata. Saat masuk ke Negeri Tirai Bambu tersebut, diterapkan regulasi ketat.

Ilustrasi jamu

Meski begitu, geliat industri jamu Tanah Air tidak lesu. Banyak eksportir jamu yang berekspansi ke China. Pastinya produk jamu tersebut harus diawasi langsung oleh Badan Pengawasan Obat Dan Makanan Republik Indonesia (Badan POM RI).

Kepala BPOM RI Penny K Lukito mengatakan, pemerintah wajib mendorong daya saing produk jamu atau obat tradisional Indonesia di pasar global. Karena pada akhirnya pasti masyarakat dunia melihat potensi dari khasiat jamu-jamu lokal.

"Kami akan mendorong daya saing produk jamu atau obat tradisional Indonesia agar berkembang, serta meningkatkan perdagangannya secara bilateral dengan China," terang Penny lewat siaran pers yang diterima Okezone, Rabu (11/9/2019).

Ilustrasi jamu

Penny melihat penetrasi bisnis jamu Indonesia yang sudah dikenal ke mancanegara sebenarnya tidak kalah. Apalagi dibandingkan dengan jamu herbal dari China, yang dikenal dengan pengobatan TCM-nya.

Menurutnya, inovasi ini merupakan sebuah terobosan dan membawa gairah baru bagi para pebisnis jamu. Mengingat, Indonesia adalah gudangnya penghasil rempah terbaik di dunia, yang dapat dimanfaatkan menjadi jamu.

Mendukung inisiasi pemerintah, Presiden Direktur PT Harvest Gorontalo Indonesia, Riyanto ikut senang. Sebagai produsen jamu yang lolos diekspor ke China, dia berjanji akan selalu menjaga kualitas jamunya.

“Dengan mutu dan khasiat yang sudah dipercaya di dalam negeri, kami yakin jamu herbal kita juga dapat diterima di pasar China dan negara lainnya," kata Riyanto.

Adapun standar produksinya juga telah mengikuti prinsip Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB). Kalau menggunakan standar produksi pabrikan seperti itu, semua produk akan aman dan khasiatnya tidak berkurang.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini