nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Iuran BPJS Kesehatan Naik 2 Kali Lipat, Peserta Mandiri Bisa Turun Kelas?

Dewi Kania, Jurnalis · Kamis 12 September 2019 08:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 11 481 2103738 iuran-bpjs-kesehatan-naik-2-kali-lipat-peserta-mandiri-bisa-turun-kelas-FutEZjnNA1.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Salah satu prediksi ketika iuran BPJS Kesehatan resmi dinaikkan awal 2020 nanti, peserta mandiri bisa berbondong-bondong turun kelas. Sebabnya, jumlah kenaikan tarif iuran setiap kelasnya naik dua kali lipat.

Menteri Keuangan Sri Mulyani sudah mengusulkan kenaikan tarif iuran BPJS Kesehatan bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Adapun iuran peserta mandiri kelas I yang semula Rp80 ribu, naik menjadi Rp160 ribu per bulan.

Untuk iuran kelas II naik dari Rp59 ribu, menjadi Rp110 ribu per bulan. Serta iuran kelas III naik dari Rp25.500, menjadi Rp42 ribu per bulan.

 Pasien di rumah sakit

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris menegaskan, ketika ada peserta yang ingin turun kelas boleh-boleh saja. Namun menurutnya, usulan angka kenaikan tarif iuran BPJS Kesehatan tersebut masih terjangkau oleh semua segmen peserta.

"Kami sedang analisis turun kelas, tentu masyarakat akan menyesuaikan dengan kemampuan," ucap Fahmi ditemui di Kantor BPJS Kesehatan, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu 11 September 2019.

Fahmi menganalogikan, jika masyarakat tidak ingin keberatan membayar iuran BPJS Kesehatan, dalam sehari paling tidak bisa mengumpulkan uang Rp2 ribu sampai Rp5 ribu.

"Tolong melihatnya jangan skala besar, secara harian ability to pay masih cukup baik. Artinya peserta kelas III itu bisa sisihkan Rp2 ribu rupiah per hari, lalu kelas I sekira Rp5 ribu per hari. Bicara referensi literatur, masyarakat masih mampu," sambungnya.

Sayang, menurut Fahmi, selama ini masyarakat masih kurang sadar betul, untuk patuh membayar iuran BPJS Kesehatan setiap bulan. Alhasil, banyak terjadi tunggakan atau malah tidak bayar iuran saat tidak jatuh sakit.

Jika diingat, BPJS Kesehatan menganut sistem gotong royong. Artinya, semakin banyak peserta sehat, maka akan semakin ringan beban biaya pengobatan dan perawatan peserta lain yang sedang sakit. Itu pun tidak hanya sekadar mendaftar, namun setiap peserta harus taat membayar iuran setiap bulan.

"Kita bangun semangat dan kesadaran masyarakat. Iuran baru ini sangat affordable, bahkan hampir semua segmen tidak terdampak," tutupnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini