nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Hal yang Wajib Diketahui untuk Puaskan Pasangan di Ranjang

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 11 September 2019 05:08 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 11 485 2103240 5-hal-yang-wajib-diketahui-untuk-puaskan-pasangan-di-ranjang-dSubMI8Jq3.jpg Tips Memuaskan Pasangan di Ranjang

Beberapa waktu lalu ada penelitian yang menyatakan generasi milenial kurang tertarik dengan berkencan. Ada pula yang mengatakan minat mereka terhadap hubungan seksual dan memuaskan pasangan di ranjang juga berkurang, tapi persepsi ini bisa jadi tidak sepenuhnya benar. Sebab pada kenyataannya seks adalah bagian penting dalam diri seseorang, terlepas dari usia, orientasi seksual dan jenis kelaminnya.

Namun tidak semua orang memahami apa itu seks, terlebih mereka yang baru hendak melakukannya untuk pertama kali. Padahal ada hal-hal tertentu yang harus diketahui semua orang ketika berhubungan seks untuk memuaskan pasangan di ranjang.

Menurut terapis seks Stephen Snyder MD, hal pertama yang harus diketahui oleh siapa pun saat hendak melakukan hubungan seks adalah seks lebih dari sekadar seks.

“Pasangan sering berpikiran jika mereka baru terangsang saat penetrasi dilakukan. Padahal tanpa adanya penetrasi, mereka tetap bisa merasakan gairah seksual secara bersama-sama. Caranya hanya dengan melakukan foreplay seperti berciuman atau saling menyentuh,” ujar Dr Stephen seperti yang Okezone kutip dari Independent.

Foreplay sangat penting dalam hubungan seks karena mempersiapkan tubuh baik secara fisik maupun psikologis. Melalui gerakan-gerakan foreplay, pasangan tetap bisa merasakan kepuasan walau tidak melakukan penetrasi. Hal selanjutnya yang harus diketahui tentang hubungan seks untuk memuaskan pasangan di ranjang, menurut Dr Stephen, adalah tidak semua orgasme diciptakan sama pada masing-masing orang.

Banyak pasangan yang berpikiran bila orgasme adalah puncak kepuasan hubungan seksual. Hal ini seringkali membuat pasangan tidak menikmati hubungan seksual karena orgasme tak kunjung didapatkan. Pasangan harus berpandangan sebaliknya, bahwa tanpa orgasme sekali pun, mereka tetap bisa menikmati dan dipuaskan oleh hubungan seksual.

"Idealnya, orgasme seperti makanan penutup. Makanan penutup adalah sesuatu yang bagus untuk mengakhiri makan yang luar biasa. Akan tetapi, dessert bukan alasan utama seseorang pergi makan,” jelas Dr Stephen.

Selanjutnya, hal yang harus diperhatikan tentang hubungan seksual masih berkaitan dengan orgasme. Terapis seks lainnya, Sari Cooper mengatakan wanita harus tahu bahwa kesenangan dan orgasme mereka sama pentingnya dengan pasangannya. Sebab terkadang ada wanita yang berpikir mereka telah berhasil memuaskan pasangannya ketika orgasme itu kembali. Padahal mereka sendiri belum merasa puas dan tidak mengalami orgasme.

Menurut sebuah studi tahun 2017 yang diterbitkan dalam Journal of Sex and Marital Therapy, 37 persen wanita Amerika memerlukan stimulasi klitoris untuk mengalami orgasme. Lalu sebanyak 18 persen wanita bisa orgasme hanya dengan penetrasi. Sebagai perbandingan, satu penelitian menemukan pria mencapai orgasme 85 persen dari satu waktu. Oleh karenanya, wanita harus mengomunikasikan kepada pasangannya dengan cara apa mereka bisa mencapai orgasme.

Hal keempat yang harus diketahui tentang seks menurut Sari adalah wanita perlu mengetahui jika hubungan seksual tidak menyebabkan rasa sakit.

Memang ada berbagai alasan yang membuat seorang wanita mungkin mengalami rasa sakit saat berhubungan seks. Salah satunya adalah kekeringan Miss V. Tapi itu menandakan ada sesuatu yang tidak normal.

Hal terakhir yang harus diketahui adalah hubungan seks merupakan sesuatu yang berharga. Sari ingin menyadari pasangan menyadari hal ini. Mereka harus memiliki pengetahuan dan kemampuan yang cukup untuk mengekspresikan hubungan seksual kepada pasangan.

Untuk mencapai kehidupan seks yang sehat dan memuaskan, pasangan perlu mendiskusikan masing-masing keinginannya. Mulai dari memahami tubuh, seksualitas, hingga keinginan diri sendiri.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini