nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ulah Youtuber Kirim Pesan Vulgar ke Bebby Fey, Bentuk Penyimpangan atau Bukan?

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 12 September 2019 08:56 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 12 196 2103746 ulah-youtuber-kirim-pesan-vulgar-ke-bebby-fey-bentuk-penyimpangan-atau-bukan-PLtzMYEN22.jpg Bebby Fey (Foto: bebby_fey/Instagram)

Beberapa hari terakhir nama Bebby Fey menjadi perbincangan hangat. Semuanya bermula dari unggahannya di akun Instagram. Melalui sebuah foto, perempuan yang berprofesi sebagai DJ itu mengaku telah ditipu oleh seorang Youtuber terkenal.

Bebby Fey menceritakan ia diminta berhubungan badan oleh Youtuber tersebut dengan iming-iming membuat konten bersama. Tak hanya itu, ia juga diminta untuk mengirimkan foto dan video tanpa busana. Tapi kemudian Youtuber tersebut memutus komunikasi dengan berusaha menghilangkan jejak.

 Perempuan berpose

Merasa dipermainkan, Bebby Fey akhirnya membeberkan kelakuan sang Youtuber. Ia mengunggah sejumlah foto yang menunjukkan isi percakapan di antara keduanya. Dari pesan-pesan yang dikirim Youtuber tersebut, beberapa di antaranya berbau seksual dengan kata-kata terbilang vulgar.

Perilaku seperti ini mungkin banyak terjadi pula di sekitar kita dan tak hanya dilakukan oleh Youtuber tersebut. Namun apakah itu tingkah yang wajar? Atau bahkan malah merupakan bentuk penyimpangan sosial.

 Perempuan berpose

Menurut psikolog klinis Arrundina Puspita Dewi, M.Psi, tindakan tersebut secara norma sosial masuk kategori tidak wajar alias bentuk penyimpangan seksual.

Perilaku seksual apapun apabila ditampilkan ke publik tidak dapat diterima oleh norma sosial yang berlaku di masyarakat sehingga bisa dikatakan menyimpang. Tapi tentunya ada alasan mengapa seseorang melakukan penyimpangan.

"Biasanya karena kebutuhan seksual. Pelaku mungkin tidak bisa menyalurkan hasratnya karena dilarang norma sosial sehingga mengakali kebutuhannya itu dengan mengirim pesan berbau seks kepada orang lain. Biasanya semakin korban merasa terganggu, pelaku juga akan merasa semakin senang karena merasa lebih powerful," jelas Arrundina saat dihubungi Okezone melalui pesan singkat, Rabu, 11 September 2019.

 Perempuan berpose

Ditambahkan Arrundina, perilaku tersebut dapat menimbulkan rasa senang. Akibatnya pelaku akan mengulanginya terus-menerus. Bahkan tidak menutup kemungkinan ia mencari korban lain. Tujuannya tentu saja untuk memuaskan kebutuhan yang tidak tersalurkan.

Apabila suatu saat Anda mungkin menjadi korban yang dikirimi pesan berbau seksual, Arrundina memberikan beberapa tips. Salah satunya mengabaikan pesan tersebut.

"Tidak usah membalas atau memberikan respons karena di awal menyerang korban dengan mengirim pesan, pelaku ingin menarik perhatian terlebih dahulu. Tapi bila dirasa semakin mengganggu, bisa report sexual content yang dikirimkan atau block akun pelaku dari media pesan. Jangan takut untuk minta pertolongan orang terdekat jika memang perilaku semakin mengancam," pungkas Arrundina.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini