nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sering Main Gadget, Mata Raditya Dika Tak Bisa Berkedip dengan Baik

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 12 September 2019 11:40 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 12 481 2103879 sering-main-gadget-mata-raditya-dika-tak-bisa-berkedip-dengan-baik-QltOJv8PYC.jpg Raditya Dika (Foto: raditya_dika/Instagram)

Menjadi seorang penulis, sutradara, sekaligus content creator bukanlah sebuah hal yang mudah untuk dilakukan. Hal inilah yang dialami oleh sosok Raditya Dika.

Pekerjaan yang begitu padat membuat Raditya Dika kerap mengalami masalah pada mata. Aktivitas menatap layar gadget terlalu lama menjadi salah satu penyebab dari masalah mata yang dialami oleh penulis buku Marmut Merah Jambu ini.

Ia mengaku kerap mengalami gejala mata kering yang terasa sangat perih kala dirinya sedang menulis. Terlalu lama menulis, baca berita, dan melihat Instagram dinilai Radit sebagai biang keladi permasalahan pada matanya.

 Pria duduk

Terlebih ia melakukan semua aktivitasnya tersebut di dalam ruangan ber-AC (Air Conditioner) yang kian membuat matanya menjadi kering.

“Biasa kalau mata mulai bermasalah atau kurang tidur, istirahatnya dibanyakin aja. Kadang kalau lagi nulis niat banget kan sampai begadang-begadang. Paling jam istirahatnya tergantung kesadaran,” terang Raditya Dika dalam acara Insto Dry Eyes baru-baru ini.

Suami Anissa Aziza ini juga pernah memiliki pengalaman unik saat berkonsultasi dengan dokter perihal masalah mata yang dialaminya pada 2003 silam. Ternyata penyakit yang dialami Radit disebabkan oleh kemampuan berkedipnya yang tidak bagus karena terlalu semangat bekerja.

 Pria duduk

“Pas 16 tahun lalu ke dokter dan ia bilang saya ngedipnya kurang bagus. Katanya kalau di depan komputer ngedipnya suka setengah (gak sampai rapet) terus naik lagi karena baca terlalu cepat. Gak tahunya benar, mata kering terjadi karena semangat kerja,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Radit pun mengaku tetap melakukan aktivitas menulisnya meski mengalami mata kering. Faktor ekonomi dan kegemaran dalam menulislah yang mendorong dirinya terus melanjutkan pekerjaannya ini. Di sisi lain ia pun mengaku masalah matanya juga disebabkan oleh paparan asap rokok di tempat syuting.

“Iya kedip tidak sempurna tapi tetap nulis. Karena saya butuh uang. Karena memang waktu itu hobinya nulis mau gimana lagi akhirnya kebawa sampai sekarang, yang paling ngeselin sih sebenarnya kalau lagi di lokasi syuting pada ngerokok sih, itu yang paling parah, karena kan selain kering juga jadi iritasi kan,” tuntasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini