nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berawal dari Utang-piutang, Ini Kisah Netizen Kena Guna-Guna dan Berujung Maut

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 12 September 2019 17:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 12 612 2104062 berawal-dari-utang-piutang-ini-kisah-netizen-kena-guna-guna-dan-berujung-maut-qhuMQe943m.jpg Guna-guna karena utang (Foto: Sadguru)

MENDENGAR kata guna-guna, maka soal kiriman santet dari seseorang kepada orang lain pasti langsung terlintas di benak sebagian banyak dari masyarakat awam Indonesia.

Percaya atau tidak, di era modern seperti sekarang yang namanya guna-guna salah satunya untuk menyakiti seseorang yang dibenci masih terjadi kehidupan sehari-hari.

Seperti pengalaman pribadi seorang netizen, dengan akun bernama “@akuzibi”. Sebagaimana pantauan Okezone, Kamis (12/9/2019) di media sosial. Melalui akun Twitter pribadinya tersebut, netizen satu ini menceritakan pengalaman orangtuanya yang dikirim guna-guna hingga jatuh sakit sampai akhirnya meninggal dunia.

Awalnya, “akuzibi” membuka cerita dengan menuturkan, sang Ibunda yang kala itu masih berusia 45 tahun adalah seseorang yang ia kenal sangat menjalani pola hidup sehat. Menjaga pola makan, hingga rutin berolahraga zumba.

Singkat cerita, berprofesi sebagai dokter kecantikan, akhirnya sang bunda memutuskan untuk tidak lagi bekerja di rumah sakit dan lebih memilih untuk membuka praktek di klinik pribadi agar bisa mengurus keluarga. Salah satunya mengurus “@akuzibi” dan adik-adiknya yang masih sekolah.

Hingga suatu saat ada tetangga rumahnya, yang ia sebut sebagai “E” meminjam sejumlah uang kepada sang bunda. Awalnya hanya bernominal sedikit, kemudian “@akuzibi” mengatakan semakin lama jumlah uang yang dipinjamkan sang bunda kepada E semakin besar. Namun di sisi lain, Zibi menyadari bahwa E semakin jarang membayar hutang kepada sang bunda.

Kisah berlanjut, kala itu Zibi yang tidak diterima masuk ke SMA impiannya merasa sedih. Melihat sang anak bersedih, sang bunda diketahui tertarik dengan tawaran E yang menawarkan Zibi bisa masuk ke sekolah negeri impiannya lewat jalur belakang dengan persyaratan orangtua Zibi bisa memberikan uang sebesar Rp18juta kepada E.

Di sini kisah guna-guna dimulai, walau sudah diberi uang dan bahkan dipinjamkan satu unit mobil. Zibi menuturkan hingga H-1 hari masuk sekolah, ia belum dapat kepastian apakah sudah diterima atau belum. Alhasil Zibi akhirnya bersekolah di sekolah cadangan lainnya yang telah menerima dirinya sebagai murid. Singkat cerita, kemudian hari E masih meminjam uang kepada orangtua Zibi sekaligus kembali meminjam mobil dengan alasan untuk mengurus sang suami yang sakit.

Setiap pekan kedua orangtua Zibi mencoba untuk menagih E masalah pembayaran utang, namun apa daya ketika didatangi ke rumah, ternyata rumah E sudah kosong dan E beserta keluarganya menghilang selama beberapa tahun. Barulah terungkap jika tetangga Zibi lainnya juga banyak yang menjadi korban dari E.

Cuitan selanjutnya, Zibi menuturkan pada Februari 2019 lalu sang bunda mendadak mengeluh sakit pada bagian perut. Ketika diperiksa di rumah sakit terdekat, ternyata ibunda Zibi harus dirawat selama satu pekan. Namun saat hari terakhir perawatan, Zibi mengungkapkan sang ibu dinyatakan menderita penyakit tumor di dekat area pankreas dan segera dirujuk ke RS Jakarta untuk tindak lanjut.

 Ilustrasi sakit perut

Menderita penyakit tumor, ibunda Zibi harus dioperasi pengangkatan tumor. Tapi sebelum operasi, kedua orangtua Zibi lengkap bersama tantenya yang ia panggil Bude memutuskan untuk berangkat ke Kalimantan, sebab sang tante merasa ada sesuatu yang mengganjal, ia tidak percaya adiknya mendadak sakit begitu saja mengingat sang adik adalah orang yang punya gaya hidup sehat.

Di Kalimantan, bunda Zibi bertemu dengan seorang dukun perempuan. Kepada sang dukun, bunda Zibi mengeluhkan bahwa bagian perut, kaki, dan tangannya terkadang mati rasa. Belum lagi rasa sakit yang menyerang kepala serta dadanya.

Menurut penjelasan sang dukun, keluhan sakit yang dirasakan ibunda Zibi karena kepala, tangan, dan kakinya diikat oleh tali pocong yang kasat mata alias hanya bisa dilihat oleh orang-orang yang mempunyai ‘ilmu’. Tidak hanya diikat, kepala dan dada sang bunda juga disebutkan ditusuk oleh sesuatu yang gaib. Oleh sang dukun, tusukan di dada dan kepala bunda Zibi dilepas.

 Ilustrasi santet

Dari sini, Zibi mengaku kondisi kesehatan sang bunda sedikit membaik. Dari sang dukun juga lah Zibi tahu bahwa sakit sang bunda ternyata hasil guna-guna kiriman dukun yang diperintah oleh E. Awalnya E ingin menyerang Ayah Zibi namun tidak berhasil. Maka dari itu, kiriman guna-guna akhirnya ditujukan kepada ibunda Zibi yang dinilai tak sekuat Ayah Zibi.

Sang dukun kemudian diketahui berkomunikasi dengan dukun suruhan E. Saat diinterogasi oleh kedua orangtua Zibi, dukun suruhan E mengungkapkan bahwa organ hati bunda Zibi telah rusak karena selama ini ia tusuk-tusuk menggunakan hati babi. Akhirnya, dukun yang didatangi oleh kedua orangtua Zibi meminta dukun suruhan E untuk ‘membersihkan’ segala kiriman guna-guna di tubuh ibunda Zibi.

Apakah setelah ini kemudian ibu Zibi sembuh? Nyatanya tepat 1 April 2019, tepat Zibi harus ujian nasional sang ibu tetap harus menjalani operasi. Selesai operasi, ternyata bunda Zibi belum sadarkan diri dan harus masuk ruang HCU. Tiga hari kemudian barulah sang ibu, bisa dipindah ruangan ke ruangan perawatan biasa. Bukan karena kondisinya sudah membaik, namun karena rengekan sang bunda yang mengeluh tidak bisa tidur di ruangan HCU.

Satu pekan dirawat di RS Jakarta, Zibi awalnya mengaku merasa senang dan lega ibu tercintanya bisa pulang ke rumah karena kesehatannya sudah membaik walau sempat mengalami penurunan.

Namun ternyata saat sudah di rumah, keadaan sang ibu semakin parah. Di sinilah Zibi baru tahu dari sang Ayah, jika kemarin ternyata tidak ada tumor yang diangkat karena dokter menyatakan tumor di tubuh sang bunda tidak hanya berjumlah satu atapun dua, tapi sudah banyak dan menjalar hingga ke area punggung, sehingga jika diangkat dikhawatirkan akan berpengaruh ke yang lain.

Di rumah, keadaan kesehatan sang bunda semakin menurun. Terkadang sudah tidak bisa jalan, tidak bisa makan, sampai tidak kuat untuk duduk dalam waktu yang lama. Di titik ini, Zibi menuturkan ibu tercintanya tersebut sudah pasrah kepada Allah SWT soal hidup dan matinya.

 Ilustrasi meninggal dunia

Sebelumnya, Zibi sempat menuturkan sewaktu hendak menjemput ibunya pulang dari rumah sakit. Ia sempat diinstruksikan oleh sang kekasih untuk membuang dua buah pohon palem yang berada di klinik kecantikan milik sang bunda, karena menurut sang kekasih yang bisa melihat sesuatu yang gaib, di dalam tanah pohon itu ada barang-barang yang semestinya tidak boleh ada.

Hingga suatu ketika di bulan Ramadan lalu, sekitar tanggal 26 atau 27 Mei 2019, Zibi mengungkapkan sang ibu muntah darah hebat dengan kondisi darah yang menggumpal dan banyak, sekitar pukul 1 dini hari. Di hari yang sama, sang ibu meminta Ayah Zibi untuk merapikan isi lemari pakaian, dan memberikan pakaiannya kepada orang-orang yang membutuhkan. Tak lama, tepat keesokan harinya di tanggal 28 Mei 2019, ibunda Zibi berpulang dipanggil oleh Allah SWT.

Di cuitan pamungkasnya, Zibi hanya berpesan ia meminta doa untuk ketenangan almarhumah ibunda tercintanya. Sembari mengingatkan jikalau kita semua untuk selalu berhati-hati dan meminta perlindungan kepada Tuhan.

“Tanggal 28 Mei 2019 kemarin, Allah SWT berkata lain. Allah tidak mau bunda tersiksa gara-gara kiriman orang jahat yang tidak bertanggung jawab. Sekarang bunda aku sudah tenang di sana, aku minta doanya dari kalian semua ya. Kalian semua hati-hati ya.. manusia itu kalau sudah iri jahat itu parah banget, mereka bakal melakukan apa yang mereka mau tanpa memikirkan ke depannya, apalagi sampai mengancam nyawa seseorang. Jangan lupa minta pelindungan Tuhan dan harus selalu berbuat baik apapun alasannya,” tulis Zibi menyudahi kisahnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini