nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mbah Mijan Sebut Lelembut Tol Cipularang sedang Lakukan Hajatan Bulan Suro

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 13 September 2019 03:18 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 12 612 2104199 mbah-mijan-sebut-lelembut-tol-cipularang-sedang-lakukan-hajatan-bulan-suro-iL92NxsIAb.jpeg Tol Cipularang (Foto: Ist)

Kecelakaan yang kerap terjadi di Tol Cipularang tepatnya kilometer 90-97 disebut bukan hanya disebabkan oleh faktor geografis dari tempat tersebut. Namun ada campur tangan makhluk halus penghuni Tol Cipularang hingga tempat tersebut terkenal angker dan kerap memakan korban jiwa.

Hal ini diungkapkan oleh Pakar Spiritual, Mbah Mijan. Menelisik dari kejadian beberapa minggu lalu yang melibatkan 21 mobil dan menewaskan delapan orang bukanlah hal yang biasa. Terlebih dengan kecelakaan terbaru yang terjadi pada Selasa 10 September 2019 yang melibatkan container.

 Mobil ringsek

Menurut pria bernama asli Samijan ini kecelakaan beruntun hingga dua kali di Tol Cipularang bukanlah kebetulan, terlebih jika dilihat dari kilometer terjadinya kecelakaan tersebut. Gunung Hejo yang berada dekat dengan jalan tol tersebut disinyalir menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kecelakaan.

Berdasarkan pengamatan mata batin Mbah Mijan, Gunung Hejo tersebut sedang mengadakan hajatan berkaitan dengan bulan Suro. Hajatan tersebut membutuhkan banyak tumbal, sehingga sering terjadi kecelakaan di tempat tersebut.

 

“Tabrakan beruntun sampai dua kali di tol dan dari arah yang sama, ini bukan kebetulan. Gunung Hejo akan hajatan ditanggal 27 bulan Suro ini, artinya butuh NGANU banyak. Saya harus segera turun untuk bicara serius dengan para lelembut di sana, jangan sampai berlebihan,” tutur Mbah Mijan melalui akun Media Sosial, Twitter-nya @mbah_mijan.

Lebih lanjut pakar spiritual kondang tersebut mengatakan sebagai sesama makhluk hidup ciptaan tuhan, sudah seharusnya menjaga keharmonisan.

Alhasil ketika kegiatan para lelembut tersebut sudah keterlaluan dan mengganggu kehidupan manusia, maka tindakan perlu diambil untuk menghentikan hal yang tidak diinginkan.

“Kita diciptakan Allah berdampingan agar saling menjaga keharmonisan semesta. Kalau setiap hajatan harus seperti ini, kami sebagai manusia dengan derajat lebih tinggi merasa perlu ambil tindakan,” tambahnya.

Mbah Mijan pun mengaku ingin meminta izin untuk melakukan ruwatan di Tol Cipularang untuk menghentikan semakin banyaknya korban yang berjatuhan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini