nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pergi ke Luar Negeri, Chef Yuda Bastara Sering Bekal Bahan Masakan Sendiri

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 13 September 2019 20:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 13 298 2104607 pergi-ke-luar-negeri-chef-yuda-bastara-sering-bekal-bahan-masakan-sendiri-1VIvI9nqWs.jpg Chef Yuda Bustara (Foto: Instagram)

MASAKAN Indonesia dikenal dengan bumbu dan rempah yang cukup rumit. Chef Yuda Bustara pun mengakui hal ini.

Sebagai juru masak muda sekaligus Diplomatic Chef, Yuda Bustara seringkali bertolak ke luar negeri bersama pemerintah Indonesia. Di berbagai negara, ia harus memasak berbagai makanan tradisional Indonesia yang benar-benar asli, bukan yang dimodernisasi seperti masakan fushion.

Chef Yuda Bustara

Sering memasak makanan tradisional Indonesia di luar negeri, Chef Yuda Bustara mengaku soal bahan baku atau logistik menjadi kendala utama.

“Saya masak makanan Indonesia di luar negeri itu, KBRI ya mintanya otentik. Misalnya yang paling susah itu menunya sambal terasi atau jengkol, nah masalahnya kan setiap negara tidak ada jengkol. Jadi saya harus bawa sendiri dari Jakarta, masuk bagasi sendiri. Itu sih kadang-kadang tantangannya, gimana caranya melewati proses imigrasi,” ungkap Yuda, saat ditemui Okezone, Jumat (13/9/2019) di Jakarta.

 Chef Yuda Bustara

Untuk kesulitan menantang sebagai seorang chef profesional, Yuda mengaku memang hanya di soal logistik. Selain harus membawa bahan baku khas sendiri. ditambah tidak semua negara memiliki bahan-bahan yang sama yang bisa menjadi pengganti.

Ditambah lagi tidak semua negara memiliki bahan-bahan yang sama yang bisa menjadi pengganti. Sebab tidak semua bahan ataupun bumbu bisa didapatkan di toko atau supermarket Asia negara setempat.

“Enggak semua gampang bisa didapatkan di toko Asia. Contohnya kayak petai, itu susah loh di India. Terus telur asin juga, saat saya masaknya rawon nih orang bule itu enggak tahu ada yang namanya telur asin. Mereka makan telur asin kayak telur rebus, mereka salah cara makannya karena memang enggak ada di negara mereka. Makanya sampai banyak orang yang diam-diam ngambil terus dimasukkin ke kantung celana karena unik, enggak ada di negara mereka,” pungkas Yuda.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini