nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Langkah Jitu agar Ibu Berhasil Menyusui Bayi Prematur

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 13 September 2019 21:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 13 481 2104590 langkah-jitu-agar-ibu-berhasil-menyusui-bayi-prematur-dTEH504U1o.jpg Menyusui bayi prematur (Foto: Northwestern Medicine)

SAAT bayi lahir prematur, seorang ibu pasti merasa kesulitan dalam menyusui. Bahkan akibatnya dapat mengendurkan semangat untuk memberikan ASI eksklusif.

Bagaimana tidak, bayi prematur lahir dengan kondisi tidak stabil dan harus dirawat di Neonatal Intensive Care Unit (NICU) selama berhari-hari. Sebab, untuk bertahan hidup, bayi harus dibantu bernapas dengan ventilator dan dipantau perkembangannya di dalam inkubator. Dengan begitu, seorang ibu pun tidak dapat menyusui langsung bayinya.

Bayi pun akan kekurangan momen skin to skin dengan ibunya. Jangankan menyusui langsung, agar bayi teta selamat setelah lahir, aktivitas Inisiasi Menyusui Dini (IMD) pun bisa terlewatkan.

 Menyusui

Spesialis Anak Dr dr Naomi Esthernita F Dewanto, SpA(K) dari Siloam Hospital Kebon Jeruk, mengatakan, tak ada alasan untuk para ibu kesulitan memberikan ASI eksklusif untuk bayinya yang lahir prematur. Sebab, dengan menyusui rutin, tumbuh kembang si kecil akan baik walau masih harus masuk NICU.

"Walau tidak bisa langsung menyusu, bisa dibantu dengan cara oral therapy. ASI perah diberikan ke bayinya dengan ditempel ke mukosa mulut. Diteruskan, sampai bayi stabil, bisa digendong-gendong, baru bisa minum ASI langsung dari payudara," ucap Dokter Naomi ditemui di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (13/9/2019).

Dia menuturkan, agar bayi tetap lancar dapat ASI, seorang ibu harus rutin memerah. Literatur menyebutkan, ketika satu minggu pertama ibu rajin memerah ASI, akan menjadi modal keberhasilan menyusui.

 Menyusui

Namun, ketika dalam seminggu pertama ASI hanya keluar sedikit, janganlah patah semangat. Karena wajar jika seorang ibu baru, tidak langsung bisa memproduksi ASI dalam jumlah banyak. Terutama kalau bayinya lahir prematur, pelan-pelan dilatih agar si kecil kenal ASI sampai bisa menyusui sendiri.

"Pertama kalinya empat jam setelah bayinya lahir, bisa perah ASI. Intinya pengosongan payudara, ASI diproduksi saat kosong. Pas itu, otak bilang ayo produksi ASI, jadi semakin sering kosong, ASI akan banyak produksinya. Jangan malah tidak dikeluarkan, karena produksinya akan terhambat," papar Dokter Naomi.

Dokter Naomi melanjutkan, seorang dokter wajib memantau kondisi bayinya agar selalu dapat ASI selama dirawat di NICU. Ibunya juga harus didukung agar lancar memerah ASI.

Menurutnya, ibu yang baru saja melahirkan bayi prematur cenderung sensitif. Tingkat stressor mereka juga tinggi karena tidak dapat menyusui si kecil atau skin to skin.

 Menyusui

"Kalau ibu jauh dari bayi itu bisa stres. ASI-nya tidak akan keluar, hormon prolaktin dan oksitoksin tidak keluar. Yang ada malah dopamin besar," lanjutnya.

Dukungan keluarga itu paling penting dalam mengatasi ibu yang stres saat menyusui. Caranya adalah dengan berkomunikasi, yang paling utama untuk mengelola stres.

"Suami, orangtua, mertua itu harus ikut berperan. Selama memberikan ASI di awal-awal, ibu harus didukung. Misalnya mengantarkan ke rumah sakit saat jadwal menyusui, memberikan semangat, membangkitkan mood dan cara-cara lainnya," pungkas Dokter Naomi.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini