nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bahan Baku dan Alat Penunjang Kesehatan Gigi Produksi Dalam Negeri Masih Sangat Minim

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 13 September 2019 21:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 13 481 2104670 bahan-baku-dan-alat-penunjang-kesehatan-gigi-produksi-dalam-negeri-masih-sangat-minim-Be4IXgVone.jpg Alat penunjang kesehatan gigi (Foto: Shutterstock)

INDUSTRI teknologi kedokteran gigi di dunia berkembang cukup pesat karena kemajuan teknologi. Alat-alat yang digunakan untuk memeriksa dan mengatasi masalah gigi pun semakin canggih. Hal ini tentunya menuntut para dokter gigi untuk meningkatkan kemampuan guna mengoperasikan alat penunjang kesehatan gigi tersebut.

Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan adalah mengikuti seminar internasional. Melalui seminar tersebut, dokter gigi bisa mendapatkan transfer ilmu pengetahuan dari teman sejawat di negara lain. Dengan begitu mereka dapat lebih responsif terhadap perkembangan teknologi kedokteran dan kesehatan gigi.

 Alat kesehatan gigi

Para dokter gigi di Indonesia turut melakukan hal yang sama. Menurut Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Dr. drg. Sri Hananto Seno, Sp. BM., MM., FICD, cukup banyak dokter di Indonesia yang belajar melalui seminar internasional.

Para dokter gigi itu kemudian mencoba membawa ilmu yang didapatkan dan mempraktikkannya di Tanah Air. Tentunya penguasaan teknologi penunjang kesehatan gigi perlu didukung dengan perangkat kedokteran gigi yang memadai guna meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

"Faktanya, industri alat kesehatan dan bahan baku kedokteran gigi di Indonesia baru 10 persen yang bisa memenuhi kebutuhan dokter gigi. Sisanya sebanyak 90 persen masih bergantung pada bahan-bahan dan alat kedokteran gigi impor. Tak jarang terhambatnya penanganan masalah gigi bukan karena kurangnya skill dokter gigi, tetapi terkendala keterbatasan alat," ujar drg. Seno saat ditemui Okezone dalam acara Indonesia Dental Exhibition Exhibition & Conference (IDEC) di Jakarta.

 Penunjang kesehatan gigi

Acara tersebut berlangsung Jumat-Minggu, 13-15 2019 di Jakarta Convention Center. IDEC 2019 merupakan pameran dagang alat kesehatan kedokteran gigi dan wadah bagi dokter gigi untuk saling berbagi informasi serta berjejaring guna memajukan industri kedokteran gigi dan kualitas profesi dokter gigi. Acara ini juga menyoroti pentingnya produksi dalam negeri terkait alat-alat kesehatan kedokteran gigi.

"Ini menjadi tantangan besar kepada para pelaku industri kesehatan di Indonesia agar terdorong memproduksi bahan baku dan alat kedokteran gigi sesuai dengan teknologi terkini," tambah drg. Seno.

Di sisi lain, menurut Ketua IDEC 2019, drg. Diono Susilo, MPH, menaikkan produksi bahan baku dan alat kedokteran gigi dapat menunjang kebutuhan semua dokter gigi. Mulai dari bidang keilmuan, teknologi, sampai peralatan. Harapannya, hal itu dapat membuat dokter gigi tidak 'gagap' teknologi dan keilmuan.

"Kalau keilmuan itu Indonesia tidak kalah dengan negara lain, yang tertinggal sekarang bagaimana kita mengupdate teknologi, coba mengejar itu. Kalau alat-alat sudah ada, diimbangi oleh ketersediaan alat, dapat mendorong investor memberikan nilai tambah. Bukan tidak mungkin harga pelayanan (dokter gigi) menjadi lebih murah dan menciptakan lapangan kerja baru karena adanya produksi dalam negeri," pungkas drg. Diono.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini