nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

8 Faktor Risiko yang Bikin Kondisi Kulit Berubah di Usia Lanjut

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 13 September 2019 09:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 13 611 2104271 8-faktor-risiko-yang-bikin-kondisi-kulit-berubah-di-usia-lanjut-E46x7y9kg4.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Pertambahan usia membuat sel dan organ tubuh mengalami penurunan fungsi. Salah satu yang paling mudah terlihat ada pada kulit. Penuaan membuat kulit menjadi kering, kusam, timbul flek, banyak kerutan, dan lainnya.

Selain karena penuaan, ada beberapa faktor risiko lain yang membuat kulit berubah di kalangan orang tua, terutama mereka yang usianya di atas 50 tahun. Faktor yang paling utama adalah penyakit sistemik seperti diabetes dan kanker. Penyakit-penyakit itu biasanya membuat kulit gatal dan pada akhirnya menyebabkan masalah lain.

Faktor risiko kedua adalah konsumsi obat. Dijelaskan oleh dokter spesialis kulit dan kelamin, dr Susie Rendra, Sp.KK, obat-obat yang dikonsumsi orang tua memang bisa memperbaiki kesehatan. Tapi di sisi lain, obat-obat itu juga memiliki efek yang buruk.

 Wanita menggaruk tangan

"Contohnya seperti memperberat fungsi ginjal. Kondisi itu dapat menyebabkan kulit kering," ungkap dr Susie saat ditemui Okezone dalam sebuah acara, Kamis, 12 September 2019, di kawasan Jakarta Selatan.

Kemudian faktor lainnya yang membuat kulit mengalami perubahan adalah merokok. Zat-zat yang terkandung di dalam rokok dapat meningkatkan radikal bebas. Hal itulah yang dapat membuat kulit mengalami penuaan lebih cepat.

Jarang beraktivitas juga memengaruhi kondisi kulit. Pada orang tua, kulit kering dapat menyebabkan rasa gatal. Kurangnya aktivitas membuat orang tua fokus ke rasa gatal sehingga membuat tidak nyaman. Selain itu, perubahan cuaca mendadak juga memengaruhi kondisi kulit.

Lalu ada faktor lain yang mungkin tidak disadari dapat membawa perubahan pada kulit yaitu mandi air panas. Dijelaskan oleh dr Susie, air panas membuat kulit menjadi lebih kering sehingga memperbesar kemungkinan terjadinya gatal. Selain itu, semakin kering kulit semakin terlihat pula tanda penuaan.

"Air normal lebih ramah untuk kulit dan akan membuat kulit lebih sehat. Kulit yang sehat atau lebih berminyak membuat kerutan jarang muncul," imbuh dokter yang berpraktik di RS Pondok Indah-Puri Indah itu.

Hal lain yang tidak disadari dapat membuat perubahan pada kulit adalah salah memilih sabun. Beberapa orang ada yang memilih menggunakan sabun antiseptik. Sewaktu muda, sabun tersebut memang tidak masalah untuk digunakan. Namun di usia lanjut, sabun tersebut dapat membuat kulit kering.

Terakhir, anggapan jika orang tua harus rajin berjemur. Biasanya orang tua berjemur untuk mencegah atau memperbaiki kondisi kesehatan tulang. Sebab sinar matahari mengandung vitamin D3.

"Belakangan mendapatkan vitamin D3 lagi menjadi tren. Memang benar di kulit manusia ada pro vitamin D3 yang aktif ketika terkena sinar UV. Tapi salah jika berpikiran vitamin itu hanya di dapat dengan berjemur," papar dr Susie.

Menurutnya berjemur memang baik untuk tulang, tapi tidak untuk kulit. Mereka yang sering berjemur mengalami penuaan kulit menjadi lebih cepat. Kondisi kulit yang kering pada orang tua juga membuat kulit sering tidak kuat dengan sinar matahari. Lantas bagaimana caranya agar tulang tetap sehat bersamaan dengan kulit?

"Vitamin D3 bisa didapatkan dari makanan seperti ikan. Ada juga suplemen yang dapat menambah kadar vitamin D3. Dengan begitu kondisi kesehatan tulang tetap dapat terjaga dan kulit aman dari sinar matahari," pungkas dr Susie.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini