nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ilmuwan Sukses Ciptakan Embrio untuk 2 Badak Langka yang Tersisa di Dunia

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 13 September 2019 12:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 13 612 2104297 ilmuwan-sukses-ciptakan-embrio-untuk-2-badak-langka-yang-tersisa-di-dunia-cLTS3w29rO.jpg Fatu dan Najin, dua badak langka di dunia (Foto: Ol Pejeta Conservancy)

Para ilmuwan telah berhasil menciptakan dua embrio yang berasal dari badak putih utara. Hal ini dilakukan dalam upaya menyelamatkan hewan langka ini dari kepunahan. Seperti diketahui, saat ini hanya tersisa dua badak putih utara di dunia. Badak tersebut bernama Fatu dan Najin.

Kedua badak ini betina dan kini tinggal di Ol Pejeta Conservancy, Kenya. Sang pejantan bernama Sudan telah mati tahun lalu. Kematian Sudan pun menimbulkan banyak kekhawatiran bahwa subspesies ini hampir punah karena sang betina menjadi tidak bisa mengandung.

Namun, belum lama ini para ilmuwan berhasil menemukan secerca harapan baru. Mereka mengaku berhasil membuahi embrio in-vitro yang dikumpulkan dari kedua badak putih utara yang tersisa. Para ilmuwan mengumpulkan telur dari indung telur salah satu badak betina.

 Ilmuwan dan badak

Embrio diciptakan dengan telur yang diekstraksi dari Fatu dan Najin oleh para ilmuwan internasional bulan lalu, sementara sperma beku berasal dari badak jantan yang telah mati. Dua embrio berhasil hidup, dan sekarang disimpan dalam nitrogen cair, menunggu untuk ditransfer dalam waktu dekat.

Embrio hanyalah salah satu bagian dari perjalanan panjang untuk menghentikan kepunahan badak putih utara. Najin dan Fatu tidak dapat melakukan kehamilan sendiri, sehingga embrio kemungkinan akan dipindahkan ke badak putih betina selatan yang akan bertugas sebagai penggantinya.

"Lima tahun lalu sepertinya produksi embrio badak putih utara hampir tidak dapat dicapai dan hari ini kita memilikinya," kata Jan Stejskal dari Kebun Binatang Dvr Králové, tempat kelahiran Najin dan Fatu.

Sebelumnya, Ol Pejeta Conservancy mendapatkan badak putih utara yang terdiri dari dua jantan dan dua betina pada 2009 silam dari kebun binatang di Republik Ceko. Kedua badak putih jantan utara mati, dan meninggalkan nasib subspesies mereka pada badak betina.

 Badak

Sudan yang merupakan pejantan terakhir meninggal karena sebab alamiah pada Maret 2018 dan seekor pejantan lainnya telah meninggal pada 2014. Sperma dari kedua jantan itu dibekukan secara kriogenik dengan harapan bahwa teknologi akan berkembang untuk menggunakannya dalam reproduksi.

Sebagaimana dilansir CNN, Jumat (13/9/2019) bertahun-tahun kemudian, hal itu akhirnya terjadi. Telur yang dipanen diterbangkan dari Kenya menuju Italia. Di sanalah para ilmuwan dari laboratorium Avantea membuahi telur secara in vitro dengan sperma dari jantan yang meninggal.

Nasib para Badak yang terancam punah ini disebabkan karena sasaran para pemburu liar. Hal ini didorong oleh kepercayaan di Asia bahwa tanduk mereka mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Para ahli mengatakan cula badak bisa lebih menguntungkan daripada obat-obatan.

Dengan hanya dua badak yang tersisa di seluruh dunia, kini para ilmuwan berlomba melawan waktu untuk mencoba mempertahankan spesies badak putih utara. Badak hitam barat dinyatakan punah bertahun-tahun lalu sebagai hasil perburuan liar.

Menurut kelompok konservasi Save the Rhino, Kelima spesies badak yang tersisa di seluruh dunia semuanya dianggap terancam.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini