nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mulut Penumpang Kereta Tak Bisa Mingkem Usai Tertawa Keras, Ternyata Ini Penyebabnya!

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 13 September 2019 17:12 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 13 612 2104502 mulut-penumpang-kereta-tak-bisa-mingkem-usai-tertawa-keras-ternyata-ini-penyebabnya-tau0SjXZgO.jpg Mulut tidak bisa mingkem akibat rahang bergeser (Foto : Odditycentral)

Seorang wanita asal China terpaksa meminta bantuan dokter untuk mengembalikan posisi rahangnya, setelah sempat mengalami dislokasi karena tertawa terlalu keras. Aneh tapi nyata, namun kejadiaan ini benar-benar terjadi.

Insiden dislokasi rahang karena tertawa terlalu keras tersebut terjadi pada 1 September 2019, di dalam sebuah kereta berkecepatan tinggi melaju menuju Stasiun Kereta Guangzhou Selatan. Dr. Luo Wensheng, yang kebetulan menumpangi kereta tersebut, terkejut ketika mendengar sebuah pengumuman darurat yang disebarkan melalui speaker.

Mulut tak bisa mingkem

Ia pun kemudian bergegas mendatangi salah satu penumpang wanita yang ternyata sedang dalam kondisi memprihatinkan. Mulutnya terbuka lebar dan mengeluarkan banyak air liur. Ia diduga mengalami stroke, namun setelah dilakukan pemeriksaan, tekanan darahnya cenderung normal.

Setelah ditelusuri lebih lanjut, Luo berhasil menemukan penyebab insiden aneh. Sang pasien rupanya mengalami dislokasi rahang karena tertawa terlalu keras.

"Dia banyak mengeluarkan air liur, saya mengira dia terserang stroke. Tapi saat aku mengecek tekanan darahnya, lalu mengajukan beberapa pertanyaan padanya, dia merasakan tulang rahannya bergeser," kata Luo Wensheng kepada Guancha News.

tak bisa mingkem

Sayangnya, Luo bukan ahli dalam bidang medis ini dan hanya bisa memberikan pertolongan pertama. Alhasil, langkah awal yang ia lakukan adalah mengatakan kepada sang pasien bahwa tindakannya berisiko besar. Termasuk tidak bisa lagi menggunakan rahangnya seperti sedia kala.

Namun karena sudah sangat putus asa, wanita itu hanya bisa pasrah dan mempercayai Luo.

"Dia sangat gugup dan otot-otot wajahnya sangat tegang, sehingga saya gagal pada percobaan pertama. Saya menasihatinya untuk ke rumah sakit, tetapi staf kereta mengatakan kepada kami bahwa itu akan memakan waktu satu jam lagi. Dia menjadi sangat gelisah dan ingin rahangnya segera diobati, jadi saya setuju untuk mencoba lagi," ungkap Luo.

Mulut Mangap

Pada percobaan kedua, Dr. Luo berhasil mengatur rahang pasiennya dengan baik. Wanita itu bisa menutup mulutnya kembali. Ia mengatakan sebelumnya pernah mengalami kejadian serupa beberapa tahun lalu, ketika dirinya sedang dalam keadaan hamil besar. Demikian dilansir Okezone dari OddityCentral, Jumat (13/9/2019).

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini