Bentengi Anak Gadismu, Sugar Daddy Incar Remaja Galau untuk Dipelihara

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Minggu 15 September 2019 09:00 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 14 196 2104747 bentengi-anak-gadismu-sugar-daddy-incar-remaja-galau-untuk-dipelihara-jSm4CgaL9q.jpg Sugar Daddy incar remaja galau untuk dipelihara (Foto : Theurbantwist)

Korban yang Diincar Sugar Daddy

Dalam menilai fenomena ini, Psikolog Mei melihat, korban dari Sugar Daddy ini kebanyakan remaja. Hal ini terjadi karena banyak faktor, salah satunya remaja yang ingin hidup glamor tapi tidak punya kebisaan apa-apa. Remaja ingin hidup senang tanpa harus kerja keras. Alhasil, Sugar Baby jadi alternatif pilihan hedonis.

Selain itu, korban dari Sugar Daddy ini adalah remaja yang kurang mendapat kasih sayang, perhatian, ikut-ikutan lingkungan sosialnya, mau dianggap gaul, dan alasan lain yang berkaitan dengan efek sosial.

"Saya menilai korban dari Sugar Daddy ini kebanyakan adalah remaja galau yang butuh perhatian. Sugar Daddy melihat celah itu dan menggunakan kekuasaan materinya untuk menggaet mangsa," ungkap Mei.

Hal menyedihkan di sini ialah ketika Sugar Daddy tersebut punya keluarga bahkan anak. Apa yang terjadi dengan keluarga mereka? Istri dan anak-anak mereka? Tentu, upaya 'selingkuh' ini hanya akan menimbulkan luka batin yang mendalam.

Sugar Daddy tua

Kemudian, yang menjadi Sugar Baby, apa yang terjadi bila keluarganya tahu atau kebetulan keluarga Sugar Daddy-nya tahu? berpikirkah ke sana? Pertanyaan semacam ini tentu akan muncul dalam pembahasan semacam ini.

Lalu, bagaimana jawabannya?

Psikolog Mei menilai, rasanya mereka yang terlibat tidak begitu memikirkan hal tersebut. Mungkin di awal iya, namun sejalannya waktu, terlebih sudah mendapat kenikmatannya, ya, pertanyaan di atas bukan lagi jadi kendala.

"Saya rasa tidak, ya. Karena kan sebenarnya menjadi Sugar Daddy dan Sugar Baby adalah pilihan, artinya mereka bisa memilih untuk nggak melakukan hal itu. Kalau semua dampak terjadi di depan, nggak akan ada penyesalan rasanya. Tapi buat apa kalau sudah terjadi dan menyesal, nggak berguna juga," kata Mei.

Dia menegaskan, daripada kita sibuk mengecam dan berpikir tentang perilaku Sugar Daddy dan Sugar Baby, sebaiknya membentengi keluarga dengan agama dan moral. Terutama buat anak-anak remaja. Orangtua tentu harus ekstra hati-hati dan menjaga putri-putri mereka agar tidak terjebak arus pergaulan yang luar biasa.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini