nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jargon 'Dua Anak Cukup' Bakal Diganti, Ini Alasan dan Maknanya

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 16 September 2019 21:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 16 196 2105594 jargon-dua-anak-cukup-bakal-diganti-ini-alasan-dan-maknanya-BbHanjKcBd.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Ada kabar terbaru dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Setelah sekian lama identik dengan jargon 'Dua Anak Cukup', rencananya jargon tersebut bakal diganti dengan sesuatu yang lebih 'fresh'. Hal ini berkaitan dengan pendekatan anak muda yang jadi fokus perhatian BKKBN sekarang.

Belum lama ini Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengusulkan jargon baru untuk BKKBN.

Hal itu disampaikan dalam acara 'Sarasehan Nasional Pembangunan Berwawasan Kependudukan di Bangka Belitung, belum lama ini. Dalam pernyataannya, Bambang mengusulkan jargon 'Dua Anak Cukup' diubah menjadi 'Dua Anak Ideal'.

 Keluarga

Dalam penuturannya di momen tersebut, Bambang menjelaskan, jargon 'Dua Anak Ideal' memiliki makna supaya masyarakat Indonesia tetap ingin memiliki anak dan kalau mau punya anak, maka boleh lebih dari satu, tapi jangan lebih dari dua.

Menyikapi usulan tersebut, Okezone coba mengonfirmasi langsung pada Kepala BKKBN Hasto Wardoyo. Dalam keterangannya, dia mengaku suka dengan jargon baru buatan Kepala Bappenas tersebut. Namun, untuk kepastiannya apakah jargon tersebut akan dipakai atau tidak, perlu menunggu hasil riset yang dilakukan tim BKKBN.

"Ya, sebetulnya secara biologis dua anak lebih sehat, jadi kata ideal ini bisa diterjemahkan dua anak lebih sehat. Begitu," papar Hasto seusai mengisi acara Konsolidasi Perencanaan dan Penganggaran (Koren) II Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga Tahun Anggaran 2020 di Mercure Grand Mirama Surabaya, Jawa Timur, Senin (16/9/2019).

 Pria berkacamata

Hasto mengatakan, pihak BKKBN sedang melakukan formatif riset untuk lakukan rebranding. Dengan adanya formatif riset ini, dia berharap di November 2019 akan ada napas baru di BKKBN dan ini diharapkan anak muda lebih mengenal BKKBN.

Selain jargon yang bakal diubah, lagu 'Keluarga Berencana' pun ikut diubah dengan rasa anak muda yang lebih ditonjolkan.

"Ya, mungkin akan ditambahkan nge-rap atau ada dangdutnya supaya anak muda tahu dengan lagu 'Keluarga Berencana'," ungkapnya lantas tertawa kecil.

Hasto menegaskan, jadi sampai sekarang jargon dan lagu masih yang lama. Pihaknya akan menunggu hasil formatif riset keluar dan diharapkan hasilnya itu akan membawa dampak positif dan anak muda semakin mengenal BKKBN.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini