nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Cara Mengakhiri Hubungan Toxic, Jangan Ragu-Ragu!

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 17 September 2019 03:06 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 16 196 2105627 5-cara-mengakhiri-hubungan-toxic-jangan-ragu-ragu-iHYhF9z8ue.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Pada dasarnya tidak ada seorang pun yang ingin tetap bertahan dan berhubungan dengan orang yang menjadi racun alias negatif, atau dengan istilah bekennya sekarang hubungan toxic.

Namun seringkali walau sudah sadar menjalani hubungan toxic, tapi tetap merasa susah untuk putus karena merasa begitu mencintai pasangan kita ini.

Well, tapi tentunya kita harus segera membebaskan diri dari sebuah hubungan asmara yang tidak sehat dan tidak membawa kebaikan apa-apa ini. Bagaimana caranya?

Melansir Yourtango, Selasa (17/9/2019) ini lima cara penting untuk keluar dari sebuah hubungan asmara yang penuh toxic.

 Laki-laki dan perempuan

1. Berhenti menutupi

Berhenti menutupi di sini maksudnya dalam bentuk saling pengertian. Dalam hubungan yang sehat, akhir cerita harus mencakup saling pengertian tentang alasan putusnya hubungan, bahkan jika kita dan pasangan memiliki motivasi yang berbeda. Hubungan asmara penuh toxic ini, berarti tandanya tidak memiliki saling pengertian, empati timbal balik, dan asumsi tanggung jawab yang adil, dan take and give (saling memberi dan saling menerima).

2. Coba menjauh sementara

Ingatkan diri sendiri apa yang akan muncul sebagai sisi lain dari perpisahan. Setelah keluar dari hubungan penuh racun ini, biasanya orang yang meminta putus duluan suka kaget sendiri loh bahwa keluar dari hubungan toxic ini bisa membuat diri begitu lega dan lebih baik.

Sebab, ironinya memang dari hubungan toxic adalah ketika kita berada di dalamnya, kita tidak dapat melihatnya dengan jelas. Kenyataan ini dikaburkan oleh keraguan diri, hilangnya harga diri, dan rasa bingung. Inilah mengapa kita perlu mencoba untuk menjauh sementara dahulu dari dinamika hubungan yang dibina.

3. Minta dukungan dari support system

Dengan catatan, orang-orang yang berada dalam support system Anda juga merupakan individu yang ‘sehat’ dan paham mengenai apa yang Anda lalui dalam hubungan asmara penuh toxic tersebut. Ingatkan mereka, bahwa Anda perlu pengingat aktif tentang mengapa hubungan asmara itu tidak sehat untuk Anda dan apa yang bisa Anda dapatkan ketika menyudahi hubungan tak sehat ini. Dengan bantuan support system yang baik, ini dapat membantu diri untuk menjaga arah dan momentum Anda selama masa-masa kehilangan arah.

 Laki-laki dan perempuan

4. Buat pesan singkat namun jelas

Saat merasa waktu untuk putus sudah tepat, segera sampaikan pesan yang sederhana, singkat, namun jelas kepada calon mantan kekasih Anda. Tahan diri dan tolak dengan tegas jika calon mantan kekasih Anda mengajak untuk membicarakan kembali soal putus ini. Sampaikan pesan yang gamblang, "Saya merasa lebih baik bagi kita berdua untuk berpisah dan saya ingin melakukannya sekarang”. Simpel, mudah, dan jelas.

5. Buat dan jaga batasan yang jelas dengan mantan

Nah, sekarang kan sudah putus dan pasangan sudah berubah status jadi mantan. Jika hubungan asmara yang selama ini dibina adalah hubungan yang sehat, sah-sah saja menjaga hubungan dengan mantan untuk tetap menjadi teman.

Namun tidak berlaku untuk hubungan toxic ya! Saat sudah mengakhiri hubungan, maka saat itu juga putuskan komunikasi apapun yang tidak diperlukan. Semakin beracun dan tidak sehatnya hubungan yang kemarin dibina, maka harus semakin kuat juga membuat dan menjaga batasan yang jelas dengan sang mantan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini