nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gara-Gara Vape, Paru-Paru Remaja 16 Tahun Ini Seperti Umur 70

Tiara Putri, Jurnalis · Senin 16 September 2019 14:07 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 16 481 2105373 gara-gara-vape-paru-paru-remaja-16-tahun-ini-seperti-umur-70-nxPrUDHBUL.jpg Ilustrasi Vape. (Foto: Ecigsuk)

DAMPAK buruk dari vape atau rokok eletronik mulai terlihat. Hal ini menyusul setelah adanya laporan 6 orang meninggal dan 450 orang mengalami kesulitan bernapas karena menggunakan vape.

Terbaru, pemuda bernama Adam Hergenreder menuntut salah satu merek pembuat vape terkemuka. Lewat pengacaranya, pemuda berusia 18 tahun itu mengajukan gugatan ke Pengadilan Wilayah Lake County.

Penyebabnya, lantaran Adam harus dirawat selama satu minggu setelah mengalami mual dan sesak napas. Berdasarkan hasil pemeriksaan, vape membuat kondisi paru-parunya seperti seseorang berusia 70 tahun.

Adam menuding Juul dengan sengaja memasarkan vape kepada kaum muda, dan menyiratkan pesan jika vaping itu keren. Dalam gugatannya, ia mengatakan Juul Labs membuat iklan dan kampanye media sosial yang berisikan pesan anak-anak dapat meningkatkan status sosial mereka dengan vaping.

media sosial yang berisikan pesan anak-anak dapat meningkatkan status sosial mereka dengan vaping.

Merek tersebut, juga dianggap tidak mengungkapkan jika produknya mengandung bahan kimia berbahaya. Adam sendiri mengaku telah menggunakan rokok elektronik sejak berusia 16 tahun. Awalnya, dia tertarik karena rasa vape yang dianggap enak dan tidak seperti rokok. Adam biasanya bisa menghirup vape satu atau satu setengah pod setiap hari.

Dua tahun menggunakan vape, Adam mengalami kejang-kejang tanpa sebab. Pemuda asal Amerika Serikat itu mengatakan rasanya seperti terserang stroke. Awalnya, ia merasa tidak enak badan pada bulan lalu tetapi menganggapnya sebagai flu perut.

Tiga hari kemudian, Adam menggigil dan terus muntah tanpa terkendali. Kondisi ini membuat ibunya, Polly membawa ia ke rumah sakit di Illinois untuk dirawat intensif. Semula dokter tidak menghubungkan gejala yang dialami Adam dengan vaping. Dirinya hanya diberi obat anti-mual, tetapi muntahnya tak kunjung berhenti.

Dokter lalu melakukan CT scan pada perut Adam dan melihat sesuatu yang tidak biasa pada bagian bawah paru-parunya. Hal ini membuat dokter memutuskan melakukan rontgen. Saat itulah terlihat ada kerusakan total di paru-paru Adam. Dokter mengatakan bila Polly terlambat membawa anaknya ke dokter, maka nyawanya tidak tertolong.

Selama dirawat, Adam hanya terhubung dengan infus dan oksigen. Beredar video yang menunjukkan ia tengah telentang dengan gelisah di tempat tidur. Dirinya bahkan sampai mengamuk karena berjuang untuk bernapas.

Dirinya bahkan sampai mengamuk karena berjuang untuk bernapas.

"Dia mengalami penyakit paru-paru yang parah terutama bagi orang muda. Dia sesak napas dan terengah-engah. Sangat mengkhawatirkan bahwa dia akan mengalami kerusakan paru-paru yang signifikan dan mungkin beberapa perubahan residual setelah sembuh," ujar dokter paru dan perawatan krisi yang merawat Adam, Dr Stephen Amesbury.

Setelah menjalani perawatan dan boleh pulang ke rumah, Adam mendesak semua orang agar tidak menggunakan vape. Saat ini pun dia masih dalam tahap pemulihan.

"Saya tidak ingin melihat siapa pun berada dalam situasi saya dan harus di rumah sakit. Jika saya tahu apa yang dilakukannya vape pada tubuh saya, saya tidak akan pernah menyentuhnya," tandas Adam seperti yang Okezone kutip dari The Sun.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini