nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Batas Usia Perkawinan Jadi 19 Tahun, BKKBN Punya Standar Sendiri!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 17 September 2019 08:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 17 196 2105739 batas-usia-perkawinan-jadi-19-tahun-bkkbn-punya-standar-sendiri-BhbzPyMVYj.jpg Batas usia perkawinan menjadi 19 tahun (Foto: Readers Digest)

DEWAN Perwakilan Rakyat (DPR) resmi mengesahkan revisi Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dalam rapat paripurna ke-8 Tahun sidang 2019-2020.

Dalam rapat tersebut, Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) Totok Daryanto menyampaikan laporan atas kesepakatan DPR dan pemerintah terkait batas usia minimal perkawinan kini menjadi 19 tahun baik laki-laki mau pun perempuan. Sebelumnya, batas usia minimal laki-laki adalah 19 tahun dan perempuan 16 tahun.

Pernikahan

Terkait dengan hal itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise mengaku sangat mengapresiasi keputusan tersebut. Disahkannya UU tentang Perkawinan itu pun jadi bukti keseriusan pemerintah dalam mengentaskan pernikahan dini yang dianggap berisiko. Dirinya pun berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung revisi UU perkawinan ini.

Kabar tersebut menjadi kebahagiaan bagi bangsa Indonesia. Mereka yang menolak pernikahan  dini tentu mengapresiasi langkah ini. Terlebih, alasan perubahan batas usia dini menjadi 19 tahun dianggap sebagai upaya untuk menghentikan faktor risiko, mulai dari ibu hamil meninggal hingga tindakan aborsi.

 Cincin kawin

Meski begitu, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) punya standar sendiri mengenai batas usia menikah. Hal ini disampaikan Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, pihaknya tetap pada statement bahwa batas usia menikah laki-laki adalah 25 tahun dan perempuan 21 tahun.

"Kami menghormati apa yang diputuskan DPR dengan batas usia menikah 19 tahun. Tapi, kalau kami mau kampanye batas usia menikah 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki, ya, enggak apa-apa to? Enggak melanggar undang-undang to?" ungkap Hasto seusai acara Konsolidasi Perencanaan dan Penganggaran (Koren) II Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga Tahun Anggaran 2020 di Mercure Grand Mirama Surabaya, Jawa Timur, Senin (16/9/2019).

Bahkan Hasto menegaskan, apa yang disepakati BKKBN jauh di atas UU sekarang. Hal ini dianggapnya baik agar ke depan UU dapat lebih memertimbangkan batas usia menikah berdasarkan usia biologis yang ideal.

Itu juga yang menjadi alasan kenapa BKKBN mengampanyekan batas usia menikah di atas 20 tahun, dengan detail perempuan 21 tahun dan laki-laki 25 tahun. Di usia tersebut, tegas Hasto, tubuh biologis manusia sudah maksimal dan diharapkan akan meminimalisir risiko, seperti salah satunya ialah kanker serviks.

Hasto menambahkan, pihaknya tidak ingin berdebat mengenai hal ini karena 'pakem' yang digunakan sebagai rujukan kampanye ini adalah faktor usia biologis, bukan usia psikologis atau usia sosiologis.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini