Mengenal Susuk, Alat Kontrasepsi yang Tak Ganggu Kenikmatan Hubungan Seksual

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 17 September 2019 13:01 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 17 481 2105826 mengenal-susuk-alat-kontrasepsi-yang-tak-ganggu-kenikmatan-hubungan-seksual-cyTer1Gqy9.jpg Ilustrasi (Foto: NYPost)

Kontrol kehamilan adalah kampanye nasional yang terus digalakkan. Menekan jumlah penduduk menjadi tujuan utama dan cara yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan alat kontrasepsi.

Jika selama ini Anda hanya tahu IUD atau kondom, maka tidak ada salahnya Anda mengenal alat kontrasepsi yang disebut susuk. Alat KB ini menjadi alternatif pilihan buat ibu yang tidak ingin mengganggu konstruksi Miss V-nya.

Selama ini, alat kontrasepsi IUD kerap dikeluhkan pemakainya saat berhubungan seks. Salah satunya adalah saat berhubungan seksual, IUD terasa seperti mengganggu.

 Perempuan berbaring

Hal itu juga sesuai dengan pernyataan Bidan Kiti Rohmawati. Menurutnya, beberapa ibu memilih menggunakan susuk karena mereka tidak suka pakai IUD yang juga termasuk dalam alat kontrasepsi jangka panjang. Susuk dipilih karena tidak mengganggu Miss V, meski pun ada keluhan yang cukup kecil.

Ini bisa terjadi karena susuk dipasang tidak di dalam Miss V, melainkan di lengan bagian dalam di bawah kulit. Meski begitu, Kiti menegaskan kalau susuk tidak akan bergeser atau bermasalah sekali pun si ibu angkat beban berat.

 Alat kontrasepsi

"Sepengalaman saya, tidak ada masalah ketika si ibu angkat beban berat saat menggunakan susuk. Jadi, tidak usah khawatir buat yang mau pasang susuk," papar Kiti saat diwawancarai Okezone di Puskesmas Sambungmacan 2, Sragen, Jawa Tengah, Selasa (17/9/2019).

Susuk juga dipilih para ibu karena dianggap lebih efektif dibandingkan IUD. Alat kontrasepsi susuk pun dianggap lebih banyak manfaatnya. "Susuk ini salah satu manfaat yang paling banyak diincar adalah jangka panjang. Jadi, pemakaian susuk bisa untuk menghambat kehamilan selama tiga tahun lamanya," terangnya.

Selain karena jangka panjang, susuk juga dipilih karena dapat mengurangi jumlah menstruasi yang kerap berlebih pada perempuan. Dengan begitu, aktivitas pun menjadi tidak terganggu dan hormon tubuh menjadi lebih sehat.

 Perempuan berbaring

Namun, tak bisa dipungkiri juga kalau susuk punya kelemahan. Karena dalam proses pemasangannya dilakukan pembedahan kecil, maka ada risiko infeksi. Hal ini juga bisa terjadi jika pemasangan susuk tidak dilakukan dengan benar dan steril.

Kemudian, risiko pendarahan juga bisa terjadi karena ini adalah alat kontrasepsi hormonal. Maksudnya, proses menstruasi jadi tidak menentu, sekalipun di awal dikatakan menstruasi tidak akan sebanyak mereka yang menggunakan IUD.

Kiti menambahkan, ada beberapa syarat khusus buat ibu yang mau pasang susuk. Hal pertama adalah sudah memiliki anak sebelumnya. Kemudian, syarat berikutnya adalah sebisa mungkin dipakai sebelum berusia 45 tahun ke atas. Sebab, ini akan memengaruhi keefektivan alat kontrasepsi yang berdasar pada hormonal.

 Perempuan berbaring

Di sisi lain, ada kondisi yang bikin susuk tidak bekerja efektif. Dijelaskan Kiti, itu terjadi pada ibu yang memiliki tingkat hormon yang sangat tinggi.

"Jadi, upaya untuk memblokir indung telur dengan hormonal nggak mempan karena hormon dasar si ibu yang begitu besar. Tapi kasus ini kecil sekali," tambahnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini