nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menpar Arief Yahya Pastikan Pulau Komodo Batal Ditutup

Kuntadi, Jurnalis · Rabu 18 September 2019 21:44 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 18 406 2106552 menpar-arief-yahya-pastikan-pulau-komodo-batal-ditutup-a5hp66kiEO.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MENTERI pariwisata, Arief Yahya memastikan pulau Komodo yang menjadi salah satu tujuan wisata di Labuhan Bajo, Nusa Tenggara Timur tidak akan ditutup untuk wisatawan. Masyarakat di kawasan ini juga tidak akan dipindah.

“Sudah ada keputusan dari Tim Terpadu. Satu Komodo tidak akan ditutup dan kedua masyarakat tidak boleh pindah,” jelas Arief di sela Fokus Group Discoussion Satu juta wisatawan mancanegara ke Destinsi Super Prioritas Borobudur melalui Pengambangan Aksesibilitas bandara YIA, di Terminal Penumpang Bandara YIA.

Tim Terpadu yang menangani ini dipimpin oleh Dirjen yang ada di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Keputusan ini pun sangat dinantikan para pelaku wisata dan biro perjalanan wisata untuk memastikan promosi dan pemasaran paket wisata.

Selama ini, para pelaku sangat menantikan kepastian dari pemerintah terhadap akses wisata di Pulau yang memiliki hewan langka Komodo. Sejumlah operator tidak berani menjual paket wisata ke sana karena masih menunggu.

 Sejumlah operator tidak berani menjual paket wisata ke sana karena masih menunggu.

Dengan adanya kepastian ini diharapkan akan membawa angin segara bagi dunia pariwisata ke sana. “Harus ada kepastian ini, dan 2020 tetap bisa dibuka,” jelasnya.

Sebelumnya pemerintah Nusa Tenggara Timur berencana menutup pulau Komodo untuk kunjungan wisata. Alasannya untuk pengembangbiakan hewan ini.

Sayangnya, rencana ini pun banyak menimbulkan pro kontra di masyarakat. Hingga akhirnya dibentuk tim terpadu dibawa kendali kementerian LHK, untuk mengadvokasi kebijakan yang ada di pulau ini.

Keinginan Gubernur Nusa Tenggara Timur, NTT, Viktor Laiskodat, menutup sementara Taman Nasional Komodo memicu polemik. Rencana tersebut dianggap akan berdampak pada pendapatan daerah, namun diklaim demi menggenjot populasi komodo.

Otoritas taman nasional yang berada di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebut saat ini tidak ada darurat populasi maupun ancaman lingkungan.

dianggap akan berdampak pada pendapatan daerah, namun diklaim demi menggenjot populasi komodo.

Beberapa penyedia jasa pariwisata khawatir bisnis mereka akan ambruk jika Taman Nasional Komodo benar-benar ditutup dalam jangka waktu panjang.

Di sisi lain pemerintah lokal ingin wilayah yang berstatus situs warisan dunia versi UNESCO itu dapat didesain ulang. Mereka juga berharap meraih porsi pendapatan wisata yang lebih banyak.

Kepala Taman Nasional Komodo, Budhy Kurniawan, mengklaim manajemen pengelolaan yang digelar timnya berjalan tepat sasaran dengan populasi komodo disebutnya masih dalam taraf aman.

Menurut Budhy, penutupan sementara yang diutarakan Viktor hanyalah wacana dan tidak serta merta bisa dilaksanakan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini