nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Vape Semakin Diminati, Pemerintah Dorong Regulasi Rokok Elektrik

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 18 September 2019 13:17 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 18 481 2106308 vape-semakin-diminati-pemerintah-dorong-regulasi-rokok-elektrik-gn8ULD3k5c.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Pemerintah tengah mendorong regulasi terkait penggunaan vape. Apalagi banyak pemberitaan miring terkait rokok elektrik yang dianggap berbahaya.

Di Indonesia, penggunaan rokok elektrik sudah populer sejak beberapa tahun belakangan. Sayangnya, pemerintah belum membuat regulasi penting terkait hal itu.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Anung Sugihantono mengatakan, pemerintah saat ini sedang merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109 tahun 2012. Peraturan tersebut mengatur pengamanan bahan adiktif dari turunan produk tembakau atau rokok.

 Pria merokok

"Kami akan mengatur penggunaan dan peredaran vape, dimasukkan ke dalam PP soal rokok dan turunan tembakau. Itu akan disempurnakan, dengan memasukkan sekaligus mengakomodir, apakah vape masuk kategori rokok sintetis atau kimia," ucap Anung, ditemui Okezone di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa 17 September 2019.

Sama seperti rokok konvensional, peredaran rokok elektrik juga akan diatur pemerintah. Perubahan regulasinya pasti sampai tahap edukasi bahaya atau tidak, pemasaran lewat iklan, hingga penggunaannya itu sendiri.

"Terkait vape lingkupnya harus ditata dengan ketentuan umum. Menyangkut kemasan, pemasaran, dan sebagainya. Dilihat saja sampai batas mana perubahannya," imbuhnya.

Terlebih, masyarakat dunia baru saja dihebohkan dengan kasus penyakit paru dan pneumonia akibat rokok elektrik. Peneliti di dunia pun turun tangan mengadakan riset terkait bahaya vape, karena masih belum ditetapkan secara pasti.

Di Amerika Serikat lebih dari 200 kasus terancam penyakit berbahaya karena rokok elektrik. Khususnya jenis penyakit yang menyerang paru hingga berujung kematian.

Kasus tersebut sampai menyita perhatian banyak kalangan di Tanah Air. Bahkan kabar tersebut masih dianggap simpang siur oleh banyak kalangan.

 Vape

Ketua Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) Aryo Andrianto mengklaim, rokok elektrik yang membuat banyak orang terserang penyakit paru di Amerika Serikat, mengandung tetrahydrocannabinol (THC) yang dikonsumsi dengan menggunakan alat vape. THC Oil tersebut bahkan kadarnya tinggi, yang dijual ilegal di Amerika Serikat.

"THC oil adalah unsur utama psikoaktif yang terdapat di dalam tanaman ganja. Zat ini yang disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab," ucap Aryo.

Bukan itu saja, sambung Aryo, ada temuan muatan minyak vitamin E dosis tinggi yang dikonsumsi lewat jalur vape. Seperti temuan riset peneliti dunia, yang pernah disebutkan.

Aryo menambahkan, adapun rokok elektrik yang beredar di Indonesia selama ini masih legal. Untuk kandungan zat aktif seperti THC atau muatan minyak vitamin E ini belum terbukti.

"Kami sangat mengimbau kepada semua pihak agar waspada dengan bahaya narkoba lewat media vape, bukan vape itu sendiri. Di Indonesia peredarannya masih legal," bebernya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini