nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Benarkah Suka Senyum Bikin Kamu Cepat Terlihat Tua?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 18 September 2019 22:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 18 611 2106478 benarkah-suka-senyum-bikin-kamu-cepat-terlihat-tua-x3iYURQXa0.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KERIPUT di wajah nampaknya menjadi musuh terbesar bagi banyak perempuan. Itu kenapa skincare semakin 'laku' karena produk tersebut menjanjikan kulit awet muda meski usia terus menua.

Selain mengandalkan skincare, tidak sedikit perempuan yang melakukan treatment tambahan agar hasil semakin oke. Salah satu yang paling populer adalah botox atau juga tanam benang. Perawatan tambahan itu mencoba untuk menyamarkan keriput yang pada dasarnya akan ada di wajah.

Nah, karena keriput menjadi musuh terbesar, terlebih bagi mereka yang berusia 40 tahun ke atas, tak sedikit akhirnya perempuan ogah senyum untuk meminimalisir tercitranya 'smile line' di area pipi. Fenomena ini benar terjadi dan tak sedikit yang bersikap demikian.

Itu juga diakui Psikolog Rosdiana Setyaningrum, banyak perempuan yang memilih untuk jarang senyum karena mereka tidak ingin memiliki 'smile line'. Biasanya, mereka yang melakukan tindakan ini adalah perempuan yang sangat mementingkan estetika wajah dan ingin selalu terlihat muda.

  Selain ogah keriput, alasan lain yang kerap dilontarkan adalah menjaga image.

Selain ogah keriput, alasan lain yang kerap dilontarkan adalah menjaga image. Terlalu mengumbar senyum dianggap mengurangi level kewibawaan, khususnya bagi mereka yang sudah punya jabatan di lingkungan sosial.

"Jadi, ada beberapa perempuan yang sampai segitunya untuk tidak atau jarang senyum. Padahal, kalau banyak senyum, itu akan memberi energi positif ke dirinya sendiri," terang psikolog yang biasa disapa Diana.

Padahal, energi positif dapat membuat kita terlihat lebih muda. Diana melanjutkan, mereka yang memilih untuk jarang senyum bisa dikatakan orang yang menjadikan nilai 'keawetmudaannya' sebagai barang berharga dalam dirinya. Itu seperti nilai hidup yang paling dibanggakan. Jadi, orang tersebut hanya memiliki prestasi luar biasa di wajahnya.

Dia tak menyalahkan hal tersebut karena kisah sukses setiap orang berbeda dan kalau dia memilih muka awet muda sebagai prestasi utama hidupnya, maka tidak usah dipermasalahkan. "Sudah biarkan saja, nggak usah di pikirin," singkatnya.

Diana menambahkan, mereka yang jarang senyum keberhasilan utama dalam dirinya itu wajahnya. Nilai dirinya cuma di wajah. Padahal, menurutnya di usia 40 tahun seorang perempuan sudah tidak begitu mementingkan gengsi.

Padahal, menurutnya di usia 40 tahun seorang perempuan sudah tidak begitu mementingkan gengsi.

"Di usia 40 tahun itu kebanyakan perempuan lebih mikirin kesehatan. Kalau masih estetika, ya, enggak apa-apa juga. Tapi, kalau sampai bikin Anda jarang senyum, ya, berlebihan. Kalau mau ketawa, ya, ketawa saja. Jangan dibuat susah, ah," tambahnya.

Lantas apa yang bisa disarankan untuk perempuan jarang senyum?

Menurut Diana, coba cari kebahagiaan di bidang lain atau hal lain. Beri pencapaian baru di area lain agar diri Anda punya banyak keberhasilan di dalam hidup, bukan cuma wajah yang menjadi keberhasilan Anda.

"Cara lain yang bisa dilakukan adalah mulai senyum dengan diri sendiri. Bagaimana pun, wajah yang Anda tampilkan di depan orang lain juga menjadi image yang dibangun. Jadi, biar lebih positif, perbanyak senyum, kalau ragu, senyum sendiri di depan kaca," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini