nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Tuty Adib, Desainer Iriana Jokowi yang Tembus New York Fashion Week

Bramantyo, Jurnalis · Kamis 19 September 2019 14:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 19 194 2106801 cerita-tuty-adib-desainer-iriana-jokowi-yang-tembus-new-york-fashion-week-hjONrRGDae.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

NAMA Tuty Adib semakin dikenal setelah menjadi desainer andalan Ibu Iriana Jokowi. Tuty pun telah menelurkan karya-karya yang tidak hanya diakui di Indonesia, tetapi juga di dunia internasional.

Bahkan, desainer busana muslim asal kota Solo menjadi salah satu peserta dalam event peragaan busana dunia yakni ASC Fashion Week New York dengan menampilkan koleksi moderat wear dengan mengangkat hasil karya seni berupa kain tenun Balai Panjang asal Payakumbuh, Sumatera Barat.

Desainer langganan keluarga orang nomor satu di Indonesia Joko Widodo ini membawa tema Blossom Minang dalam karya yang ditampilkan dalam event ASC Fashion Week New York.

Desainer langganan keluarga orang nomor satu di Indonesia Joko Widodo ini membawa tema Blossom Minang

"Ini ajang kedua saya mengangkat tenun Balai Panjang ini ke kancah fashion internasional," jelasnya kepada Okezone.

Alasan Tuty Adib memilih tenun Balai Panjang untuk bahan desainnya baju miliknya, karena dirinya melihat banyak kekayaan budaya tinggi yang terdapat di kota Payakumbuh, Sumatera Barat.

"Selain itu material yang digunakan dalam tenun Balai Panjang ini sangat nyaman digunakan untuk busana (muslim) ready to wear," lanjutnya.

Di samping itu dirinya juga melihat motif dan desain tenun Balai Panjang banyak diambil dari budaya setempat yang memiliki keunikan tersendiri. Tenun Balai Panjang sendiri memiliki ciri khas motif-motif yang selalu mengambil inspirasi dari kekayaan seni budaya, flora, juga makanan khas kota Payakumbuh.

"Untuk warna, saya gunakan warna pastel seperti peach, beige, dusty pink, hijau mint dan putih," imbuhnya.

 Tenun Balai Panjang sendiri memiliki ciri khas motif-motif yang selalu mengambil inspirasi dari kekayaan seni budaya

Lebih lanjut Tuty menjelaskan bahwa dirinya menampilkan belasan look untuk koleksinya. Ada 12 desain berupa padu padan antara gamis, celana, rok dengan outer dalam koleksi yang dipamerkan.

"Kemarin ada 10 desainer Indonesia yang juga berpartisipasi untuk memperkenalkan luas busana modest khas Indonesia demi mewujudkan Indonesia sebagai negara modest fashion," tegasnya.

Terlepas dari semua itu ada harapan dari Tuty Adib yang ingin mengangkat kota Solo menjadi pusat mode dunia. Bahwa Solo menjadi "Milannya" Indonesia.

"Solo dengan spirit of batiknya harus bisa lebih mendunia, batik harus dilihat di mata dunia melalui jaringan Indonesia Modest Fashion Designer. Kalau tidak kita siapa lagi. Sudah saatnya membawa batik ke kancah fashion dunia," harap Tuty Adib.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini