nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anak yang Dekat dengan Ayah Pintar Pecahkan Berbagai Masalah

Dewi Kania, Jurnalis · Kamis 19 September 2019 22:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 19 196 2107004 anak-yang-dekat-dengan-ayah-pintar-pecahkan-berbagai-masalah-OEIvX67S5r.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Sosok seorang ayah kini sering terlibat langsung dalam mengasuh anak. Bahkan kalau anak dekat dengan ayahnya, dianggap pintar pecahkan masalah apapun.

Sebagai orangtua milenial, Anda pasti selalu aktif mencari parenting tips dari internet. Lalu tumbuh kembang anak juga sering diunggah di media sosial. Serta punya rasa percaya diri tinggi dengan kemampuan parenting.

Psikolog Anak dan Keluarga Rosdiana Setyaningrum, MPsi, MHPEd mengatakan, konon ayah generasi X lebih konvensional yang membuat mereka tidak mau banyak mengurus anak. Berbeda, ayah generasi milenial cenderung sering terlibat dengan anak.

 Dua laki-laki

"Ayah milenial senang punya banyak waktu dengan anaknya. Kalau anak yang dekat dengan ayahnya, risetnya punya problem solving lebih bagus," ungkap Rosdiana dalam Diskusi Media "Dari Belajar Jadi Hebat" di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (19/9/2019).

Bukan itu saja, ketika si anak dekat dengan sosok ayah, cara berpikirnya pun lebih maju. Otomatis perkembangan IQ mereka juga lebih baik.

Sayangnya, di masa perkembangannya, generasi milenial akan menghadapi banyak tantangan. Nantinya si anak akan kurang berinteraksi sosial secara langsung, banyak lapangan kerja yang digantikan teknologi, hingga kualifikasi sumber daya manusia semakin tinggi.

 Dua laki-laki

Oleh karena itu, ada tips yang bisa diterapkan orangtua milenial dalam mengasuh anak generasi alpha. Seperti apa saja?

1. Berikan contoh perbuatan

Anak generasi alpha lebih senang diberikan contoh dalam berbuat. Mereka tidak suka diberikan nasihat, karena merasa cara belajarnya bukan dari "ceramah" orangtua.

2. Berikan pengamalan terbaik

Selama mengasuh anak, jangan menuruti semua permintaannya. Misalnya, jangan sering dikasih uang atau mainan. Berikan pengalaman berharga untuk mereka, misalnya harus melakukan sesuatu sebelum meminta, supaya lebih memahami usaha-usaha kecil.

 Dua laki-laki

3. Hidup harus seimbang

Berdasarkan riset, anak generasi alpha hidupnya seimbang. Mereka tidak hanya berkutat dengan gadget, melainkan juga senang main di luar ruangan. Paling tidak batasi anak untuk main gadget selama dua jam sehari. Sisanya, biarkan anak eksplorasi dengan mainan atau bersosialisasi dengan teman.

4. Jangan bandingkan kemampuan anak dengan orang lain

Yang tak disadari oleh orangtua milenial adalah kerap membanding-bandingkan bakat serta tumbuh kembang anak dengan orang lain. Sebaiknya jangan lakukan hal ini karena dampaknya membuat anak lebih minder dan menghadapi masalah lain.

5. Berikan contoh yang lebih adaptif

Biarkan anak-anak beradaptasi saat menemukan hal baru. Sebab kebiasaan mereka ini masih senang eksplorasi untuk mencari tahu hal baru. Cari referensi yang dipercaya, kemudian bermanfaat untuk anak. Jangan hanya sekadar mengajarkan teori saja, namun meninggalkan praktiknya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini