nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dewan Adat Gelar Peringatan Berdirinya Keraton Kasunanan di Desa Sala

Bramantyo, Jurnalis · Kamis 19 September 2019 17:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 19 406 2106886 dewan-adat-gelar-peringatan-berdirinya-keraton-kasunanan-di-desa-sala-FlnrMXuOXK.jpg Peringatan pindahnya Keraton Kasunanan di Desa Sala (Foto: Bramantyo/Okezone)

Ada suasana berbeda saat acara peringatan berdirinya Keraton Kasunanan Surakarta atau peringatan berpindahnya Keraton Kartosuro menuju ke lokasi saat ini yang dulunya bernama Desa Sala.

Peringatan berdirinya Keraton Kasunanan di masa Paku Buwono (PB) II berkuasa atau dalam bahasa Jawa disebut Wilujengan Hamengeti Hadeging Karaton Dalem Mataram Surakarta Hadiningrat Pindah Keraton Saking Kartosuro Dhateng Surakarta 17 Suro Je 1670 - 17 Be 1953 bertepatan dengan 17 September 2019. Dirayakan secara sederhana di tengah konflik internal trah Mataram yang hingga kini belum juga selesai.

 Acara di keraton

Pantauan Okezone, ratusan sentono dan abdi dalem dengan menggunakan busana Jawa menggelar acara syukuran dan doa bersama di Sitihinggil Keraton Kasunanan Surakarta. Doa bersama itu dipimpin ulama Keraton Solo yang diawali dengan pembacaan tahlil, wilujengan.

Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Kasunanan Surakarta GKR Wandansari Koes Moertiyah sampaikan perayaan berdirinya Keraton Kasunanan Surakarta merupakan peringatan perpindahan Keraton Kartasura ke Desa Sala saat masa pemerintahan Paku Buwono (PB) II.

 Acara di keraton

"Kalau dalam hitungan tahun Jawa, Keraton Surakarta berdiri pada 17 Sura 1670," jelas salah satu putri Pakubuwono XII, Gusti Wandansari atau Gusti Moeng kepada Okezone, di Keraton Kasunanan, Solo, Jawa Tengah.

Menurut Gusti Moeng, Keraton Kasunanan memiliki kepercayaan bahwa "Kiblat Sekawan" inilah yang menjaga Keraton Mataram sampai akhirnya berdiri di Desa Sala ini.

Kiblat Sekawan itu berada di tempat penjuru mata angin, yaitu sebelah timur adalah Eyang Lawu, di sebelah selatan ada Kanjeng Ratu Kenconosari dari pantai selatan. Di sebelah barat ada Kanjeng Ratu Sekar Kedaton dan di sebelah utara diyakini juga dijaga oleh Kanjeng Ratu Bathari Koloyuwati.

 Acara di keraton

"Dan penjaga utama yang maha tinggi adalah Allah SWT," tegas Gusti Moeng.

Di hari jadinya ini, lanjut Gusti Wandansari kerabat, sentono, dan abdi dalem, mengharapkan Keraton Kasunanan Surakarta ke depannya diberikan ketenteraman dan kemakmuran.

Tak bisa dipungkiri, di era milenial ini keberadaan Keraton hanyalah sebatas penjaga nilai-nilai budaya. Namun meski begitu, keberadaan Keraton masih diakui baik di dalam maupun luar negeri.

 Acara di keraton

"Jadi, kami tetap akan bertahan dan tetap eksis menyelenggarakan upacara adat yang kami miliki," ujarnya.

Di akhir acara ditutup dengan pembagian bubur Suro kepada seluruh peserta yang hadir di Sitihinggil Keraton Kasunanan Surakarta.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini