nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jangan Bangga Punya Bayi Gemuk, Bentuk Kaki O Mengintai!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 19 September 2019 16:29 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 19 481 2106870 jangan-bangga-punya-bayi-gemuk-bentuk-kaki-o-mengintai-MpPtOlYSOA.jpg Ilustrasi (Foto: Dailystar)

Beberapa orangtua berlomba untuk bisa memamerkan anaknya lebih baik daripada yang lain. Salah satu indikator yang 'dijual' adalah berat badan. Makanya, tak sedikit orangtua merasa bangga bila punya bayi gemuk.

Padahal, apa yang dibanggakan orangtua tersebut malah bisa berdampak buruk ke si anak. Badan bayi gemuk yang berlebihan tidak hanya berisiko obesitas yang akhirnya mengarah pada diabetes, tetapi juga masalah kaki O.

Ya, masalah kaki O kerap diabaikan orangtua jika bicara mengenai kegemukan. Menurut Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi RS Premier Bintaro dr. Patar P. Oppusunggu, SpOT, bayi dengan berat badan berlebih meningkatkan risiko kaki O.

 Bayi tidur

Hal ini bisa terjadi karena bayi melewatkan proses pembentukan kaki secara normal. Jadi, bayi baru lahir secara alami kakinya sedikit berbentuk O. Kemudian, di usia 1,5 sampai 2 tahun, kaki anak akan menjadi lurus, dan di usia 3 sampai 4 tahun, kaki akan cenderung sedikit bentuk X.

"Nah, kalau bayi gemuk, dia kehilangan proses pembentukan tulang kaki karena berat badannya stabil gemuk dari dia berusia kurang dari setahun. Hal ini kadang diabaikan orangtua," katanya di RS Premier Bintaro, Tangerang Selatan, Kamis (19/9/2019).

Selain bayi gemuk dan terus gemuk dalam proses pertumbuhan badan, masalah kaki O pada anak juga bisa terjadi karena si anak dipaksa untuk bisa jalan. Itu kenapa, sambung dr Patar, 'baby walker' sekarang ini dihilangkan.

Alat bantu bayi berjalan itu dianggap tidak baik untuk proses pertumbuhan tulang kaki anak. Banyak orang tua yang akhirnya memaksa anaknya bisa berjalan dengan alat tersebut. Bukannya kebanggaan yang didapat karena si anak bisa jalan lebih cepat dari anak lainnya, malah masalah tulang kaki yang didapat.

 Bayi

Dokter Patar menjelaskan, anak bisa berjalan itu normalnya di usia 11 sampai 18 bulan. Kalau si anak usianya di bawah 11 bulan dan sudah bisa berdiri, maka jangan ajak dia berjalan. Biar berdiri dulu saja.

"Di usia 7 bulan, kaki anak belum siap untuk jalan. Kalau dipaksa berjalan, maka yang terjadi adalah kaki si anak bisa berbentuk O. Parahnya lagi, jika si anak bertubuh gemuk, dipaksa jalan di bawah usia 11 bulan, itu menyakiti si anak," terang dr Patar.

Makanya itu, dia menyarankan agar orangtua jangan berlomba untuk bisa memiliki anak paling hebat. Tapi, lebih penting untuk sadari hal-hal semacam ini agar keegoisan orangtua tidak memabawa 'petaka' pada si anak. Ingat, kalau si anak sudah mengalami masalah, yang repot adalah orangtua dan ini akan menciptakan masa depan yang tidak baik pada si anak.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini