nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cukai Rokok Naik, Begini Upaya Pemerintah Kurangi Prevalensi Perokok

Dewi Kania, Jurnalis · Kamis 19 September 2019 19:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 19 481 2106948 cukai-rokok-naik-begini-upaya-pemerintah-kurangi-prevalensi-perokok-4bfAg944hb.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

Naiknya cukai rokok yang resmi diberlakukan pada awal tahun 2020 nanti dinilai membantu menurunkan prevalensi perokok. Namun, upaya tersebut bukan satu-satunya cara yang berhasil menghilangkan kebiasaan seseorang yang merokok.

Sungguh ironis, karena semakin bertambah prevalensi perokok, segala ancaman penyakit akan muncul. Khususnya penyakit tidak menular, seperti hipertensi, gagal jantung, kanker paru, serta kemandulan yang dialami pasangan suami-istri.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI Anung Sugihantono menegaskan, naiknya cukai rokok hanya menjadi salah satu cara untuk mengurangi prevalensi perokok. Masih ada upaya lain yang mendukung keberhasilan target tersebut.

 Pria memegang rokok

"Naiknya cukai rokok, kami fokus mengurangi jumlah perokok, terutama kemungkinan anak-anak merokok atau orang jadi perokok baru," ucap Anung ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Data Kemenkes RI menyebutkan, prevalensi perokok di Indonesia kian lama meningkat. Terutama di kalangan perokok anak kurang dari 18 tahun terus meningkat, dari 7,2% di tahun 2009 menjadi 9,1% tahun 2018. Padahal target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) turun menjadi 5,4% di tahun 2019.

Sementara itu, di kalangan perokok remaja usia 15 -19 tahun, prevalensinya naik dari 12,7% tahun 2001 menjadi 23,1% tahun 2016. Peningkatan prevalensi perokok dewasa atau lebih dari 15 tahun pun terjadi, dari 31,5% di 2001 Naik sebesar 33,8% di tahun 2018. Terutama peningkatan tersebut terjadi para perokok perempuan, kenaikannya mencapai 4% di tahun 2018.

 Perempuan merokok

Tak dapat dipungkiri, menurut Anung, jumlah perokok terus meningkat dari usia anak hingga usia produktif. Tapi tidak mudah buat seseorang untuk mengurangi konsumsi rokok dan langsung berhenti.

"Orang yang tadinya merokok dua bungkus sampai harus mengurangi satu bungkus itu memang susah. Dengan naiknya cukai rokok diharapkan jadi salah satu cara. Tapi ada ekosistem lain yang dibangun," terang Anung.

Ekosistem tersebut, kata Anung, sebenarnya sudah tercantum di dalam Peraturan Pemerintah (PP) 109 tahun 2012, terkait penggunaan tembakau hingga turunannya menjadi rokok memang sudah dibatasi. Mulai dari pengaturan kawasan tanpa rokok, membatasi akses kemudahan untuk mendapatkan rokok, hingga pengaturan iklan rokok yang semakin diperketat.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini