nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hasil Penelitian Sebut Anak Perempuan yang Trauma Cenderung MBA

Ade Charisma, Jurnalis · Jum'at 20 September 2019 11:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 20 196 2107160 hasil-penelitian-sebut-anak-perempuan-yang-trauma-cenderung-mba-BWRe9ZMdGl.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

TRAUMA masa kecil memang dapat memberikan efek negatif pada kesehatan mental seseorang. Bahkan, trauma masa kecil akan berdampak lebih buruk pada perempuan.

Menurut hasil penelitian terbaru, yang telah diterbitkan pada "Journal Of Health and Social Behaviour" trauma pada masa kecil akan mendorong terjadinya maried by accident (MBA) karena kehamilan pada usia remaja di luar pernikahan.

Penelitian tersebut menemukan bahwa wanita yang mengalami trauma di masa kecilnya, cenderung memiliki anak lebih dini pada kehidupan mereka dan kebanyakan di luar pernikahan. Faktor tersebut, berhubungan dengan buruknya kesehatan psikologis yang dialami karena trauma masa kecil.

Adapun trauma tersebut, seperti orangtua yang meninggal, penganiayaan secara fisik ataupun psikis, diabaikan orangtua secara emosional, dan masalah lainnya. Trauma ini pun akhirnya mepengaruhi remaja wanita dalam mengambil keputusan, tapi dengan cara yang salah.

"Memang mudah untuk memberi tahu kepada para remaja bahwa mereka seharusnya tidak boleh memiliki anak sebelum menikah," kata peneliti Jurnal dan profesor Sosiologi di The Ohio State University, Kristi Williams, seperti dilansir dari The Health Site.

ematian orangtua kandung dan tidak adanya kehadiran orangtua dalam hidup mereka.

"Tetapi pesan itu tidak akan efektif, jika mereka belum mengembangkan kapasitas untuk menurutinya karena trauma yang mereka alami di masa kecil," tambah dia.

Data untuk penelitian ini berasal dari Survei Pemuda Nasional tahun 1979, yang mencakup para responden dengan rentang usia 14 hingga 22 tahun pada tahun 1979.

Setiap responden diwawancarai setiap tahun hingga tahun 1994, dan diwawancara sekali setiap dua tahun sejak melewati tahun 1994. Jumlah akhir responden untuk penelitian ini melibatkan 3.278 orang wanita. Setiap responden, diketahui telah mengalami satu atau enam bahkan bisalebih, pengalaman buruk masa di masa kecilnya sebelum memasuki usia 18 tahun.

Kasusnya pun bervariasi, mulai dari diabaikan secara emosional, penganiayaan fisik atau psikis, tekanan mental di rumah, kematian orangtua kandung dan tidak adanya kehadiran orangtua dalam hidup mereka.

Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa setiap trauma masa kecil yang dialami oleh responden, berhubungan dengan kehamilan dan melahirkan anak pertama pada usia dini dan probabilitas yang lebih besar untuk kelahiran anak pertama selama masa remaja dibandingkan dengan usia dewasa (usia 25 hingga 39).

Selain itu, ditemukan hubungan bahwa setiap trauma yang dialami pada masa kecil menyebabkan meningkatnya kemungkinan untuk tidak menikah, atau tidak hidup bersama dengan pasangan saat kelahiran anak pertama. Kemungkinan tersebut meningkat 24 persen, berkaitan dengan setiap trauma yang dialami pada masa kecil.

Kemungkinan tersebut meningkat 24 persen, berkaitan dengan setiap trauma yang dialami pada masa kecil.

Para peneliti kemudian melakukan tes statistik, yang menunjukkan bahwa alasan utama hamil di luar nikah, terjadi karena selama mereka kanak-kanak mengalami trauma, atau memiliki kondisi kesehatan yang lebih buruk daripada anak-anak pada usia paruh bayanya.

Kristi Williams menambahkan, trauma yang terjadi pada anak di masa kecilnya, mendorong resiko bagi pertumbuhan biologis dan kondisi sosial. Kondisi tersebut membuat sang anak mengalami kehamilan pada usia dini atau mungkin di luar pernikahan.

"Ketika orang mengalami trauma di awal kehidupannya, mereka cenderung kurang dapat membuat pilihan-pilihan yang positif," tambah Williams.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini