nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Diiringi 400 Penari Rejang Kesari Kolosal, Festival Jatiluwih 2019 Resmi Dibuka

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 20 September 2019 22:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 20 406 2107503 diiringi-400-penari-rejang-kesari-kolosal-festival-jatiluwih-2019-resmi-dibuka-WbkBtv2Q53.jpg Festival Jatiluwih 2019 resmi dibuka (Foto: Feri Usmanan/Okezone)

TABANAN - Puncak Festival Jatiluwih 2019 resmi dibuka. Bertempat di D’Uma Amphitheater Jatiluwih, Kabupaten Tabanan, acara pembukaan dihadiri oleh Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Pemasaran dan Kerja Sama Pariwisata I Gde Pitana, Asisten Pemerintahan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Provinsi Bali Ida Bagus Kade Subhiksu, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, beserta jajaran lainnya.

Acara pembukaan Festival Jatiluwih 2019 diawali dengan Tari Rejang Kesari Kolosal yang melibatkan 400 orang penari perempuan. Mereka semua menari di sekitar center point tempat berdirinya Patung Dewi Sri hingga ke kawasan amphitheater. Tarian tersebut juga dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Dewi Sri yang menjadi simbol kemakmuran dan kesejahteraan.

Festival Jatiluwih 

Dalam sambutannya, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengungkapkan, Festival Jatiluwih 2019 dimaksudkan untuk memotivasi masyarakat dan pemerintah agar menjaga alam semesta yang diwariskan Sang Pencipta. Pelestarian lingkungan sangat penting di kawasan Jatiluwih. Terlebih UNESCO telah menetapkan kawasan tersebut sebagai World Heritage.

Festival Jatiluwih 

“Harapannya dari Festival Jatiluwih 2019 kita bisa memperkenalkan Jatiluwih secara lebih luas. Melalui festival ini semoga masyarkat bisa lebih mencintai dan menjaga Jatiluwih bersama-sama. Saya mohon semua mempunyai komitmen bersama untuk menjaga kawasan ini sehingga ke depan generasi penerus bisa melihat Jatiluwih sebagai World Heritage kebanggaan Kabupaten Tabanan,” ujar Bupati Eka, Jumat (20/9/2019).

Pada kesempatan yang sama, Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Pemasaran dan Kerja Sama Pariwisata I Gde Pitana mengatakan, Festival Jatiluwih 2019 dapat meningkatkan citra Desa Jatiluwih dan Kabupaten Tabanan. Selain itu, festival merupakan sarana promosi yang tepat untuk destinasi wisata. Dengan lokasinya yang ada di desa, maka festival ini dapat mewujudkan impian pariwisata kerakyatan.

“Kami yakin Festival Jatiluwih 2019 meningkatkan citra destinasi pariwisata yang bervariasi dan berkualitas sehingga ke depannya dapat menjadi top of mind dari destinasi di Bali,” imbuh Pitana.

Festival Jatiluwih 

Pembukaan Festival Jatiluwih 2019 ditandai dengan pemukulan gong. Sebelumnya juga sempat ditampilkan Tari Bungan Sandat Serasi yang merupakan tari sambutan kepada para tamu undangan yang hadir. Ada pula Okokan Brahma Diva Kencana yang merupakan tarian dari para petani tradisional menggunakan benda seperti gong yang digerakkan hingga mengeluarkan suara.

Pada acara Festival Jatiluwih 2019, wisatawan yang datang dapat terlibat dalam aneka atraksi yang menarik. Mulai dari menonton gelaran kesenian dan budaya, mengikuti workshop, dan mencicipi aneka kuliner tradisional. Wisatawan juga bisa berfoto di sejumlah spot unik yang terbuat dari bambu dan anyaman jerami. Festival ini akan berlangsung hingga Minggu, 22 September 2019 mendatang. (cm)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini