nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bahaya Ini Mengintai Bayi yang Viral Minum Kopi karena Tak Mampu Beli Susu

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 20 September 2019 08:22 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 20 481 2107120 bahaya-ini-mengintai-bayi-yang-viral-minum-kopi-karena-tak-mampu-beli-susu-uCKwvJjXqN.JPG Bayi minum kopi karena tak ada uang untuk beli susu (Foto: Youtube)

TAK mampu membeli susu, Bayi Khadijah Haura diberikan kopi oleh orangtuanya. Walaupun selama ini dia baik-baik saja, tapi ada bahaya yang mengintai bayi 14 bulan itu.

Bayi asal Polewali Mandar itu harus menanggung akibatnya, karena terlalu sering konsumsi minuman berkafein. Sayangnya, karena keterbatasan dana, orangtua si bayi pun malah pilih memberikan kopi setiap hari.

 Bayi minum susu

Pakar Neurologi Anak dr Attila Dewanti, SpA(K) menegaskan, pemberian kopi kepada bayi di usia berapapun itu salah besar. Minuman berkafein ini tidak ada gizi, terutama kalsium dan kalori.

"Kami dokter tidak menyetujui pemberian kafein pada bayi. Kafein itu tidak ada gizi dan kalori, tapi cuma bikin si bayi addict saja," ujar Dokter Attila ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (19/9/2019).

Padahal, sambung Dokter Attila, semua bayi dan anak kalau mau berat badannya naik butuh kalori dan kalsium, yang didapatkan gizi makanan yang tepat. Fungsinya baik untuk perkembangan tulang, otak, serta organ tubuh lainnya.

 Ilustrasi kopi

Lain halnya saat anak diberikan kopi terus-menerus. Dampaknya berat badannya menurun hingga mengalami defisiensi besi.

"Dikasih kopi terus lama-lama anaknya kurus. Zat besi kurang, akhirnya defisiensi besi. Dia juga tidak mau belajar, pas usia sekolah jadi kurang pintar," terang Dokter Attila.

Padahal kalau orangtua tidak mampu membeli susu, pada usia enam bulan pertama, bayi harus diberikan ASI eksklusif. Jadi tidak harus membeli susu formula, juga ditambah dengan makanan tinggi kalsium.

"Kemudian, kalau anak setahun ke atas ASI-nya tidak ada, maka diberikan makanan tambahan tinggi kalsium sebagai penggantinya. Misalnya dari telur, beberapa sayuran hijau dan buah-buahan yang murah meriah. Kalau diganti kafein itu tidak boleh sama sekali," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini