nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Vape dan Jull Bisa Gantikan Rokok? Ini Faktanya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 20 September 2019 08:47 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 20 481 2107126 vape-dan-jull-bisa-gantikan-rokok-ini-faktanya-SBscb51ig1.jpg Vape dan Jull bisa gantikan rokok? (Foto: Gizmodo)

PENGGUNAAN vape dan jull sebagai pengganti rokok masih jadi perbincangan. Sejumlah kasus yang ditemukan di Amerika Serikat menelan cukup banyak korban jiwa akibat kebiasaan yang tidak sehat ini.

Sebagaimana diketahui, World Health Organization (WHO) awalnya menciptakan vape dan jull dalam upaya mengurangi tingkat kecanduan nikotin pada rokok. Nyatanya, hal itu dianggap sebagai pengganti rokok dan nyatanya masyarakat justru menggunakan nikotin dengan kadar yang lebih tinggi.

Jull

Seperti pengalaman seorang perokok dan pengguna vape, Dhaifurrakhman Abas mengatakan bahwa penggunaan vape untuk menghilangkan kecanduan nikotin sangat tidak efektif. Penggunaan vape hanya menjadi salah satu alternatif untuk menggantikan posisi rokok.

“Saya pernah pake vape, bisa sih gantiin posisi rokok konvensional. Tapi sayangnya pindah ke vape enggak bikin candu nikotin saya hilang,” tutur Abas, saat dihubungi oleh Okezone, Kamis (19/9/2019)

Saat ini pria asal Pekanbaru tersebut sedang mengatasi masalah kecanduan nikotin yang sedang dialaminya. Namun ia berhasil menghentikan kebiasaan merokok dalam upaya memiliki tubuh yang lebih sehat.

“Saya bisa berhenti ngerokok tanpa vape atau jull kok. Salah satu solusi (menghilangkan kecanduan rokok) ya berhenti sama sekali menurut saya, bukan ngalihin kebiasaan ngerokok ke kebiasaan lainnya,” lanjutnya.

 Berhenti merokok

Ternyata dalam dunia medis, penggunaan vape atau jull juga sangat tidak disarankan. Pasalnya kedua benda tersebut memiliki bahaya yang sama dengan rokok konvensional. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum Perhimpungan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P (K), FISR, FAPSR.

“Kalau menurut saya dua duanya sama-sama berbahaya. Karena ada fakta persamaan kandungan sehingga bahaya dan risikonya sama. Kemudian ada risiko tambahan yang ditemukan di vape ketimbang rokok konvensional,” ucap dr. Agus saat dihubungi Okezone.

Dokter Agus mengatakan alasan pertama mengapa kedua benda tersebut berbahaya karena sama-sama mengandung nikotin. Bahkan kandungannya malah lebih tinggi dibandingkan rokok normal. Di sisi lain nikotin yang dikonsumsi bisa semakin berbahaya karena bisa menyebabkan kerusakan otak.

“Bahaya nikotin adalah adiksi yang menyebabkan kerusakan otak. Penyebab terjadinya kardiovaskuler dan stroke adalah komponen dari nikotin. Oleh sebab itu apabila menggunakan vape dan jull dalam jangka panjang maka risikonya akan sama dengan perokok konvensional,” lanjutnya.

 Ilustrasi vape

Persamaan lainnya adalah kedua benda ini sama sama menghasilkan karsinogen. Kandungan dalam uap vape atau jull dan asap mengandung karsinogen meski kandungannya beda.

“Pada rokok konvensional karsinogennya terdapat pada tar. Di vape dan jull tidak ada tar tapi ada karsinogen lain,” tutupnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini