nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bedong Berbahaya untuk Kesehatan Bayi?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 20 September 2019 10:40 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 20 481 2107151 bedong-berbahaya-untuk-kesehatan-bayi-0Ugbz0lNVq.jpg Bedong bayi berbahaya untuk kesehatan? (Foto: Shutterstock)

PEMBAHASAN mengenai bedong sempat viral beberapa waktu lalu. Sebagian orang percaya bedong mampu membentuk struktur tubuh bayi menjadi sempurna, sementara lainnya mengatakan tindakan itu 'penyiksaan' pada anak dan dinilai berbahaya untuk kesehatan bayi.

Simpang siurnya informasi mengenai bedong pun membuat masyarakat ragu dengan tradisi turun temurun ini. Lantas bagaimana sebaiknya menyikapi isu ini? Benarkah bedong berbahaya untuk kesehatan bayi?

Menjawab pertanyaan tersebut, Okezone coba menanyakan isu ini pada Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi RS Premier Bintaro dr Patar P. Oppusunggu, SpOT, dan menurutnya bedong yang selama ini dipercaya masyarakat Indonesia benar berbahaya.

 Bedong bayi

Bedong yang dimaksud di sini ialah teknik membungkus anak sampai tubuhnya tak bisa bergerak sama sekali. Nah, teknik bedong seperti itu memang membahayakan kesehatan bayi, karena bakal membuat sendi panggulnya bermasalah.

"Jadi, kalau dibedong sampai si bayi nggak bisa bergerak, itu bisa bikin panggulnya berputar ke belakang, malah ada kasus yang tulang panggulnya keluar," ungkapnya belum lama ini.

Dokter Patar melanjutkan, fakta tersebut sesuai dengan penelitian yang dilakukan. Kasus semacam ini banyak dialami keluarga di Asia, Indian, hingga Amerika.

 Bedong bayi

Sementara itu, jika Anda tak bisa sepertinya untuk meninggalkan tradisi bedong, maka yang bisa dilakukan adalah mengubah teknik bedongnya. Jadi, tidak sampai membuat kaki si bayi diam dan kaku, melainkan beri kelonggaran saat membedong. "Kalau saya bilangnya ngebungkus, nggak sampe ngiket kayak lemper," sambung dr Patar.

Kelonggaran yang bisa menjadi acuan adalah memastikan kaki si bayi tetap bisa ngangkang. Kalau kondisi semacam ini, disarankan juga oleh dokter tulang. Jadi, bedong bukan sebagai upaya membentuk tubuh bayi, melainkan hanya membuat hangat tubuh bayi.

"Jadi, dengan teknik membungkus semacam ini, bayi hanya merasa hangat karena bedong ini memberi sensasi seperti dipeluk pada bayi. Kalau sudah begitu, bayi pun bisa bobo dengan nyenyak," paparnya.

Dokter Patar menegaskan sekali lagi, jangan lagi lakukan bedong yang sampai mengikat tubuh bayi, karena bukannya tubuh sempurna yang didapat, melainkan masalah panggul yang sangat berbahaya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini