nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tak Hanya ISPA, Kabut Asap Juga Sebabkan Impotensi!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 20 September 2019 13:21 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 20 485 2107205 tak-hanya-ispa-kabut-asap-juga-sebabkan-impotensi-SARrdiVdhG.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KABUT asap di Pekanbaru dan sebagian Kalimantan belum juga dapat diatasi. Sementara itu, masyarakat di sana dihadapkan pada masalah kesehatannya. Bukan hanya soal pernapasan, tapi juga kejantanan.

Ya, menurut penelitian di Universitas Guangzhou, China, paparan polusi termasuk kabut asap kebakaran, berakibat langsung ke Mr P. Kemampuan alat kelamin dalam ereksi dianggap menurun karena paparan polusi tersebut.

Dijelaskan dalam World of Buzz, studi ini dilakukan pada tikus sehat berumur 12 minggu yang dipecah menjadi empat kelompok, terdiri dari 10 ekor dan mereka terpapar pada level polusi yang berbeda selama periode tiga bulan.

Indikator penelitian ini dilakukan untuk mengukur hubungan antara polusi udara dan impotensi. Dari hasilny

Indikator penelitian ini dilakukan untuk mengukur hubungan antara polusi udara dan impotensi. Dari hasilnya diketahui, semakin lama tikus terpapar polusi, semakin banyak masalah yang timbul.

Kelompok kontrol di sini ialah tikus yang tidak terpapar polusi sama sekali, sedangkan tiga kelompok lainnya dipaksa menghirup polusi selama dua jam, empat jam, dan enam jam sehari, lima hari seminggu, masing-masing. Selama penelitian dilakukan, konsentrasi massa partikulat (PM) PM1, PM2.5, dan PM10 masing-masing adalah 1,43 ± 0,036, 1,45 ± 0,033, dan 1,47 ± 0,037 mg/m3.

Setelah tiga bulan pengujian, para peneliti menguji fungsi ereksi menggunakan stimulasi listrik dan fungsi paru-paru dengan Forced Pulmonary Manuever System.

Berdasarkan hasil, peneliti menemukan, tikus yang terpapar polusi selama empat atau enam jam memiliki "pengurangan fungsi ereksi" yang signifikan dalam hal tekanan intracavernous (ICP).

Untuk tikus dalam kelompok empat jam, ICP mereka berkurang sebanyak 38,6% sementara tikus dalam kelompok enam jam menunjukkan penurunan 45,6% dibandingkan dengan kelompok kontrol.

Terkait dengan hasil tersebut, peneliti beralasan, penurunan kinerja seksual ini kemungkinan disebabkan oleh peradangan sistemik, disfungsi paru, dan berkurangnya kadar oksida nitrat sintase dalam jaringan ereksi yang dapat menyebabkan disfungsi ereksi.

Selain itu, karena kapasitas paru-paru berkurang, alveoli hancur dan ada perubahan abnormal pada jaringan Mr P juga. Di sisi lain, peneliti mengaku perlu adanya lebih banyak penelitian yang dilakukan terutama karena tes dilakukan pada tikus.

“Keterbatasan utama dari studi ini adalah model paparan polusi, meski pun knalpot lalu lintas adalah sumber utama pencemaran udara perkotaan, kami tidak dapat sepenuhnya meniru kondisi alami pencemaran udara ambien. Di sisi lain, kami mengakui bahwa konsentrasi polutan dalam penelitian kami terlalu tinggi dan tidak memiliki ‘dosis pembanding',” kata peneliti.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini